IDI sumbang APD untuk nakes di daerah bencana NTT
Kamis, 15 April 2021 12:51 WIB
Direktur SDM dan Training EMT IDI Dr. dr Tri Maharani memberikan bantuan APD untuk tenaga kesehatan di Rumah Sakit TC Hillers Maumere, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/HO IDI)
Kupang (ANTARA) - Tim medis darurat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyumbangkan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan penyanitasi tangan untuk tenaga kesehatan di tiga rumah sakit di tiga daerah yang terdampak bencana alam akibat Siklon Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur SDM dan Training Emergency Medical Team IDI Dr. dr. Tri Maharani kepada ANTARA di Kupang, Kamis, (15/4) mengatakan bahwa bantuan APD diserahkan ke rumah sakit di Lembata (Kabupaten Lembata), Maumere (Kabupaten Sikka), dan Adonara (Kabupaten Flores Timur).
Menurut dia, bantuan APD yang dikirim ke tiga rumah sakit di ketiga daerah itu beratnya sekitar 110 kg.
Maharani mengatakan bahwa IDI juga menyampaikan bantuan masker untuk korban bencana yang tinggal di pengungsian.
Dia menekankan pentingnya upaya pencegahan COVID-19 di daerah-daerah yang terdampak bencana.
"Banyak tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 setelah menolong para korban bencana. Nah saya tidak ingin ini terjadi di NTT," katanya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa Emergency Medical Team IDI juga memberikan pelatihan penanganan kegawatdaruratan dan gigitan hewan berbisa di Lembata, Maumere, dan Flores Timur.
Baca juga: BMKG imbau warga tak percaya informasi badai Seroja susulan di NTT
Baca juga: Sekolah dengan manajemen darurat dapat laksanakan UAS
Direktur SDM dan Training Emergency Medical Team IDI Dr. dr. Tri Maharani kepada ANTARA di Kupang, Kamis, (15/4) mengatakan bahwa bantuan APD diserahkan ke rumah sakit di Lembata (Kabupaten Lembata), Maumere (Kabupaten Sikka), dan Adonara (Kabupaten Flores Timur).
Menurut dia, bantuan APD yang dikirim ke tiga rumah sakit di ketiga daerah itu beratnya sekitar 110 kg.
Maharani mengatakan bahwa IDI juga menyampaikan bantuan masker untuk korban bencana yang tinggal di pengungsian.
Dia menekankan pentingnya upaya pencegahan COVID-19 di daerah-daerah yang terdampak bencana.
"Banyak tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 setelah menolong para korban bencana. Nah saya tidak ingin ini terjadi di NTT," katanya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa Emergency Medical Team IDI juga memberikan pelatihan penanganan kegawatdaruratan dan gigitan hewan berbisa di Lembata, Maumere, dan Flores Timur.
Baca juga: BMKG imbau warga tak percaya informasi badai Seroja susulan di NTT
Baca juga: Sekolah dengan manajemen darurat dapat laksanakan UAS
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator bilang Pemberhentian Terawan bahayakan masa depan kedokteran
27 March 2022 13:11 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB
Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:31 WIB
Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN
19 January 2026 13:13 WIB