Jhony Plate sebut pusat Data akan dibangun di Labuan Bajo
Senin, 28 Juni 2021 15:50 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate memberikan sambutan dalam rapat koordinasi Percepatan Pembangunan BTS Kemenkominfo RI di NTT bersama Gubernur NTT serta para kepala daerah se-NTT di Kupang, Senin (28/6/2021). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Kupang (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate mengatakan akan membangun pusat data di Labuan Bajo dalam rangka mendukung pelaksanaan pemerintahan berbasis elektronik (e-goverment), dan meminta dukungan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Manggarai Barat untuk mewujudkan itu.
"Saya minta dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten untuk bersama-sama kita meneliti lokasi dibangunnya Pusat Data pemerintah di Labuan Bajo dalam rangka layanan pemerintahan digital kita," katanya dalam rapat koordinasi Percepatan Pembangunan BTS Kemenkominfo RI di NTT bersama Gubernur NTT serta para kepala daerah se-NTT di Kupang, Senin (28/6).
Ia mengatakan Kemenkominfo merencanakan pembangunan Pusat Data di empat lokasi salah satunya di Labuan Bajo, selain di Jakarta dan titik potensial yakni Batam Kepulauan Riau, dan Kalimatan Timur.
Baca juga: Jhonny Plate: Letak BTS harus sejalan dengan rencana pembangunan daerah
Baca juga: Menkominfo: Pembangunan 421 BTS titik awal transformasi digital di NTT
Menteri Jhonny menjelaskan saat ini untuk melayani penerapan pemerintahan berbasis sistem elektronik secara nasional menggunakan 2.700 pusat data. Jumlah ini sangat tidak efisien dan dari 2.700 pusat data ini hanya 3 persen yang memenuhi standar global.
Hal ini yang yang mengakibatkan kesulitan dalam hal interopabilitas untuk menghasilkan satu data nasional yang berdampak pada kebijakan yang sangat variatif atau berbeda satu dengan yang lainnya karena data Pusat Datanya berbeda.
Untuk itu, kata dia jika salah satu Pusat Data di Labuan Bajo dibangun maka akan menjadi Pusat Data untuk melayani Indonesia bagian tengah dan bagian timur melalui wilayah selatan dengan jaringan fiber optik.
"Posisi strategis ini yang akan dimanfaatkan. Kita sedang meneliti karena ada banyak syarat pembangunan Pusat Data untuk standar global," katanya.
"Jadi ada banyak hal luar biasa yang dihadiahkan oleh Tuhan untuk NTT yang harus kita gunakan dan manfaatkan melalui kebijakan yang akurat dan untuk massa depan, salah satunya Pusat Daya," katanya.
Menteri Jhonny menambahkan pembangunan Pusat Data ini juga tentunya menciptakan banyak manfaat ekonomi berupa penciptaan lapangan pekerjaan, pengembangan kawasan dan sebagainya.
"Di samping itu juga untuk tujuan lain yakni mewujudkan layanan pemerintahan cerdas melalui smart city untuk memudahkan layanan publik," katanya.
"Saya minta dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten untuk bersama-sama kita meneliti lokasi dibangunnya Pusat Data pemerintah di Labuan Bajo dalam rangka layanan pemerintahan digital kita," katanya dalam rapat koordinasi Percepatan Pembangunan BTS Kemenkominfo RI di NTT bersama Gubernur NTT serta para kepala daerah se-NTT di Kupang, Senin (28/6).
Ia mengatakan Kemenkominfo merencanakan pembangunan Pusat Data di empat lokasi salah satunya di Labuan Bajo, selain di Jakarta dan titik potensial yakni Batam Kepulauan Riau, dan Kalimatan Timur.
Baca juga: Jhonny Plate: Letak BTS harus sejalan dengan rencana pembangunan daerah
Baca juga: Menkominfo: Pembangunan 421 BTS titik awal transformasi digital di NTT
Menteri Jhonny menjelaskan saat ini untuk melayani penerapan pemerintahan berbasis sistem elektronik secara nasional menggunakan 2.700 pusat data. Jumlah ini sangat tidak efisien dan dari 2.700 pusat data ini hanya 3 persen yang memenuhi standar global.
Hal ini yang yang mengakibatkan kesulitan dalam hal interopabilitas untuk menghasilkan satu data nasional yang berdampak pada kebijakan yang sangat variatif atau berbeda satu dengan yang lainnya karena data Pusat Datanya berbeda.
Untuk itu, kata dia jika salah satu Pusat Data di Labuan Bajo dibangun maka akan menjadi Pusat Data untuk melayani Indonesia bagian tengah dan bagian timur melalui wilayah selatan dengan jaringan fiber optik.
"Posisi strategis ini yang akan dimanfaatkan. Kita sedang meneliti karena ada banyak syarat pembangunan Pusat Data untuk standar global," katanya.
"Jadi ada banyak hal luar biasa yang dihadiahkan oleh Tuhan untuk NTT yang harus kita gunakan dan manfaatkan melalui kebijakan yang akurat dan untuk massa depan, salah satunya Pusat Daya," katanya.
Menteri Jhonny menambahkan pembangunan Pusat Data ini juga tentunya menciptakan banyak manfaat ekonomi berupa penciptaan lapangan pekerjaan, pengembangan kawasan dan sebagainya.
"Di samping itu juga untuk tujuan lain yakni mewujudkan layanan pemerintahan cerdas melalui smart city untuk memudahkan layanan publik," katanya.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menko polkam pastikan tak pandang bulu ungkap judi online di Kemenkomdigi
14 November 2024 13:59 WIB, 2024
Kemenkominfo bilang aturan registrasi kartu SIM berbasis biometrik cegah penipuan
14 October 2024 21:00 WIB, 2024
Kemenkominfo sebut dua lembaga penyiaran sudah berkomitmen bersiaran di 3T
05 August 2024 14:22 WIB, 2024
Kemenkominfo luncurkan sistem peringatan dini di TV digital pada September
02 August 2024 16:00 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemerintah tanggung PPN tiket pesawat ekonomi penerbangan domestik selama 60 hari
26 April 2026 18:12 WIB