Rupiah akhir pekan melemah tipis
Jumat, 9 Juli 2021 17:13 WIB
Petugas kasir menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup melemah tipis dibayangi kekhawatiran kasus COVID-19 yang terus berlanjut.
Rupiah ditutup melemah 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.528 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.525 per dolar AS.
"Indeks dolar menguat seiring kekhawatiran berkembangnya varian delta yang menyebar cepat dari dapat menghambat kebangkitan ekonomi global yang sudah menunjukkan kelemahan," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat, (9/7).
Dari dalam negeri, pelaku pasar terus memantau dampak dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terhadap jumlah kasus baru COVID-19.
Pada Kamis (8/7) kemarin, jumlah kasus baru COVID-19 di Tanah Air mencapai 38.391 kasus, rekor baru selama pandemi dan tertinggi kedua di dunia, sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 menjadi 2.417.788 kasus.
Sementara itu, pasar juga berekspektasi bank sentral Amerika Serikat The Fed mungkin akan mengumumkan strategi pemangkasan pembelian asetnya pada Agustus 2021 mendatang.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 92,466, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 92,417.
Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,344 persen, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,288 persen.
Baca juga: Rupiah menguat dibayangi tingginya kasus COVID-19
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.535 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.528 per dolar AS hingga Rp14.550 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah awal pekan menguat
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat stagnan di posisi Rp14.548 per dolar AS.
Rupiah ditutup melemah 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.528 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.525 per dolar AS.
"Indeks dolar menguat seiring kekhawatiran berkembangnya varian delta yang menyebar cepat dari dapat menghambat kebangkitan ekonomi global yang sudah menunjukkan kelemahan," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat, (9/7).
Dari dalam negeri, pelaku pasar terus memantau dampak dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terhadap jumlah kasus baru COVID-19.
Pada Kamis (8/7) kemarin, jumlah kasus baru COVID-19 di Tanah Air mencapai 38.391 kasus, rekor baru selama pandemi dan tertinggi kedua di dunia, sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 menjadi 2.417.788 kasus.
Sementara itu, pasar juga berekspektasi bank sentral Amerika Serikat The Fed mungkin akan mengumumkan strategi pemangkasan pembelian asetnya pada Agustus 2021 mendatang.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 92,466, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 92,417.
Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,344 persen, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,288 persen.
Baca juga: Rupiah menguat dibayangi tingginya kasus COVID-19
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.535 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.528 per dolar AS hingga Rp14.550 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah awal pekan menguat
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat stagnan di posisi Rp14.548 per dolar AS.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita 8.000 dolar Singapura dari penggeledahan kantor KPP Madya Jakut
13 January 2026 12:42 WIB
BI: Cadangan devisa akhir November 2025 meningkat menjadi 150,1 miliar dolar AS
05 December 2025 12:13 WIB
UEA menyiapkan 5 juta dolar AS untuk kembangkan pariwisata di Pulau Komodo
08 November 2025 3:35 WIB
Rupiah melemah karena kebijakan Donald Trump berpotensi menguatkan dolar AS
17 January 2025 2:00 WIB, 2025