Permintaan ikan kering dari Timor Leste meningkat
Selasa, 13 Maret 2018 12:20 WIB
Permintaan ikan kering dari negeri seberang Timor Leste meningkat. (ANTARA Foto/dok)
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Kelas 1 Kupang Jimmy Elwaren mengemukakan permintaan ikan kering dari Timor Leste terhadap produk komoditas Nusa Tenggara Timur itu terus meningkat dalam Februari 2018.
"Jumlah permintaan komditi ikan kering yang diekspor ke Timor Leste pada Februari 2018 sebanyak 29,3 ton atau meningkat dari bulan sebelumnya sebanyak 17 ton," kata Jimmy Elwaren saat dihubungi Antara di Kupang, Selasa.
KIPM Kupang mencatat, nilai ekspor komoditi ikan kering pada Februari 2018 sebesar 90.153 dolar AS atau mengalami kenaikan dari Januari 2018 sebesar 52.307 dolar AS.
Ia menjelaskan, frekuensi ekspor ikan kering ke negara yang berbatasan wilayah secara langsung dengan NTT di Pulau Timor itu dilakukan sebanyak 17 kali melalui jalur darat di sejumlah pos lintas batas negara (PLBN).
Sejumlah komoditi perikanan lain yang diekspor ke negara tersebut pada Februari seperti udang beku dengan frekuensi sebanyak tiga kali. Selain itu, anggoli beku, baby tuna beku, kerapu beku, dan ikan tenggiri beku, masing-masing dengan frekuensi satu kali pengiriman.
Jimmy mengatakan, negara Timor Leste merupakan satu-satunya negara yang sejauh ini meminati produk ikan kering dari Nusa Tenggara Timur.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, selain ikan kering, berbagai produk perikanan yang diekspor dari provinsi setempat pada Februari 2018 di antaranya, gurita, udang, ikan tuna loin, cakalang, anggoli, dan kakap.
Berbagai komoditi tersebut diekspor ke sejumlah negara tujuan, seperti Brunei Darusalam, Malaysia, Singapura, Jepang, Thailand, dan Tiongkok.
Jimmy mengatakan, aktivitas ekspor ke Timor Leste lebih mudah karena letaknya berbatasan wilayah darat secara langsung dengan NTT.
"Komoditi yang diekspor hanya diangkut dengan kontainer melalui jalan darat, dan sebelum masuk ke Timor Leste akan diperiksa kembali petugas KIPM yang ada di pintu perbatasan negara," katanya.
Sementara untuk negara tujuan ekspor lainnya, lanjut dia, aktivitas ekspor umumnya menggunakan kapal laut dengan melakukan transit di Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, ada pula ekspor yang dilakukan melalui jalur udara atau pesawat seperti ke negara tujuan Singapura.
"Jumlah permintaan komditi ikan kering yang diekspor ke Timor Leste pada Februari 2018 sebanyak 29,3 ton atau meningkat dari bulan sebelumnya sebanyak 17 ton," kata Jimmy Elwaren saat dihubungi Antara di Kupang, Selasa.
KIPM Kupang mencatat, nilai ekspor komoditi ikan kering pada Februari 2018 sebesar 90.153 dolar AS atau mengalami kenaikan dari Januari 2018 sebesar 52.307 dolar AS.
Ia menjelaskan, frekuensi ekspor ikan kering ke negara yang berbatasan wilayah secara langsung dengan NTT di Pulau Timor itu dilakukan sebanyak 17 kali melalui jalur darat di sejumlah pos lintas batas negara (PLBN).
Sejumlah komoditi perikanan lain yang diekspor ke negara tersebut pada Februari seperti udang beku dengan frekuensi sebanyak tiga kali. Selain itu, anggoli beku, baby tuna beku, kerapu beku, dan ikan tenggiri beku, masing-masing dengan frekuensi satu kali pengiriman.
Jimmy mengatakan, negara Timor Leste merupakan satu-satunya negara yang sejauh ini meminati produk ikan kering dari Nusa Tenggara Timur.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, selain ikan kering, berbagai produk perikanan yang diekspor dari provinsi setempat pada Februari 2018 di antaranya, gurita, udang, ikan tuna loin, cakalang, anggoli, dan kakap.
Berbagai komoditi tersebut diekspor ke sejumlah negara tujuan, seperti Brunei Darusalam, Malaysia, Singapura, Jepang, Thailand, dan Tiongkok.
Jimmy mengatakan, aktivitas ekspor ke Timor Leste lebih mudah karena letaknya berbatasan wilayah darat secara langsung dengan NTT.
"Komoditi yang diekspor hanya diangkut dengan kontainer melalui jalan darat, dan sebelum masuk ke Timor Leste akan diperiksa kembali petugas KIPM yang ada di pintu perbatasan negara," katanya.
Sementara untuk negara tujuan ekspor lainnya, lanjut dia, aktivitas ekspor umumnya menggunakan kapal laut dengan melakukan transit di Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, ada pula ekspor yang dilakukan melalui jalur udara atau pesawat seperti ke negara tujuan Singapura.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satgas Pamtas RI-Timor Leste dorong warga optimalkan lahan kering untuk usaha
17 January 2023 11:20 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Cerita bahagia dari Kupang-NTT: Saat loyalitas pelanggan dan outlet berbuah apresiasi
09 February 2026 14:12 WIB