Kupang (ANTARA) - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dorong para pelaku usaha di kabupaten Manggarai Barat untuk segera mendaftarkan tempat usahanya agar dapat terdaftar dalam program Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE) di seluruh titik pariwisata di daerah itu jelang KTT G20.

"Saat ini pelaku usaha yang sudah dapat sertifikasi CHSE ada empat hotel, dua hostel. Sementara sekitar 50an masih dalam proses mendaftar," kata Direktur BPOLBF Shana Fatina kepada ANTARA saat dihubungi dari Kupang, Senin, (11/10).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan persiapan Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo dalam menyambut pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang pelaksanaanya akan pada Oktober 2022 mendatang.

CHSE adalah penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). Kemenparekraf sebagai lembaga yang menaungi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menggencarkan protokol kesehatan CHSE, agar dapat diimplementasikan oleh badan usaha masyarakat.

Shana mengatakan untuk mendapatkan sertifikat CHSE pelaku usaha harus mendaftarkan sendiri usahanya ke chse.kemenparekraf.go.id, sehingga asesor bisa lakukan assesment sehingga dapat terintegrasi dengan aplikasi pedulilindungi.

"Tentu saja harapannya sertifikasi CHSE ini dapat meningkatkan confidence wisatawan mancanegara untuk berwisata dengan aman dan nyaman di Labuan Bajo," ujar dia.

Hal ini juga ditambah dengan usaha Labuan Bajo untuk meningkatkan fasilitas kesehatannya dengan mempercepat vaksinasi 100 persen di Kabupaten Manggarai Barat, peningkatan RSUD Komodo menjadi kelas A, dan peningkatan kualitas pelayanan kedaruratan destinasi.

Lebih lanjut tambah Shana terkait permbangunan infrastruktur kini sudah hampir rampung secara keseluruhan seperti jalur pejalan kaki, "viewing deck" dan kawasan Puncak Waringin, serta btu Cermin.

Baca juga: Badan Otorita dorong investasi pariwisata Labuan Bajo berwawasan lingkungan

DIsamping itu, Waterfront dan fasilitas Loh Buaya ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2021. Selain itu sejumlah desa wisata dan atraksi berbasis komunitas seperti event lari, bersepeda, bermusik, literasi dll telah disiapkan dan diaktivasi sebagai produk baru wisata Labuan Bajo pasca pandemi.

Baca juga: Shana Fatina sebut Kampung Kawa The Next Rising Star

"Labuan Bajo siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara yang kembali maupun yang baru pertama kali berwisata ke Labuan Bajo dengan wajah baru namun dengan kehangatan dan keramahan yang sama," tambah dia.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024