PDIP: NTT provinsi yang sering diterpa bencana alam
Senin, 15 November 2021 19:55 WIB
Ketua DPD PDI Perjungan NTT Emilia Nomleni (kiri) saat hadir dalam Talk Show Siaga Bencana dan Pelantikan Pengurus Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Daerah PDI Perjuangan NTT di Kota Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur, Emilia Nomleni menilai provinsi berbasis kepulauan itu adalah salah satu daerah yang sering diterpa bencana alam.
"Bisa dibilang NTT ini adalah supermarketnya bencana alam," katanya di Kupang, Senin, (15/11) saat berbicara dalam Talk Show Siaga Bencana dan Pelantikan Pengurus Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Daerah PDI Perjuangan NTT.
Ia menyebut hal itu karena berdasarkan data yang diterima sejumah bencana alam seperti gempa bumi, banjir, longsor dan angin kencang tersebar di seluruh wilayah NTT.
Tak hanya itu bencana kesehatan seperti stunting, gizi buruk dan berkaitan dengan kematian ibu anak lahir juga terjadi di provinsi berbasis kepulauan itu.
"Kemudian juga bencana pertanian karena kemarau dan bencana sosial berupa konflik warga pada daerah tertentu," tambah dia.
Karena itu menurut dia keberadaan Baguna yang baru dibentuk di NTT ini akan sangat membantu penanganan bencana di daerah itu yang rawan akan bencana
Sehingga lanjut Emi yang juga Ketua DPRD NTT itu semua yang terlibat dalam Baguna mesti bekerja membantu rakyat di NTT jika ada bencana terjadi di NTT.
"Saya ajak semua yang masuk PDIP bukan hanya untuk calon legislatif tetapi siap untuk membantu rakyat karena siapa yang bekerja dan membantu rakyat tidak akan pernah dilupakan rakyat," tambah Emi.
Ketua DPRD NTT ini berharap dengan pelantikan pengurus Baguna ini terbangun kerja sama dan semangat gotong royong dalam mengatasi bencana dan adanya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Baca juga: Ribka ajak Baguna NTT jalin koordinasi penanganan bencana
Baca juga: Herman Hery sebut NTT raksasa tidur di sektor perekonomian
"Bisa dibilang NTT ini adalah supermarketnya bencana alam," katanya di Kupang, Senin, (15/11) saat berbicara dalam Talk Show Siaga Bencana dan Pelantikan Pengurus Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Daerah PDI Perjuangan NTT.
Ia menyebut hal itu karena berdasarkan data yang diterima sejumah bencana alam seperti gempa bumi, banjir, longsor dan angin kencang tersebar di seluruh wilayah NTT.
Tak hanya itu bencana kesehatan seperti stunting, gizi buruk dan berkaitan dengan kematian ibu anak lahir juga terjadi di provinsi berbasis kepulauan itu.
"Kemudian juga bencana pertanian karena kemarau dan bencana sosial berupa konflik warga pada daerah tertentu," tambah dia.
Karena itu menurut dia keberadaan Baguna yang baru dibentuk di NTT ini akan sangat membantu penanganan bencana di daerah itu yang rawan akan bencana
Sehingga lanjut Emi yang juga Ketua DPRD NTT itu semua yang terlibat dalam Baguna mesti bekerja membantu rakyat di NTT jika ada bencana terjadi di NTT.
"Saya ajak semua yang masuk PDIP bukan hanya untuk calon legislatif tetapi siap untuk membantu rakyat karena siapa yang bekerja dan membantu rakyat tidak akan pernah dilupakan rakyat," tambah Emi.
Ketua DPRD NTT ini berharap dengan pelantikan pengurus Baguna ini terbangun kerja sama dan semangat gotong royong dalam mengatasi bencana dan adanya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Baca juga: Ribka ajak Baguna NTT jalin koordinasi penanganan bencana
Baca juga: Herman Hery sebut NTT raksasa tidur di sektor perekonomian
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda NTT menyalurkan bantuan sosial untuk orang tua bocah yang bunuh diri
05 February 2026 16:19 WIB
KPPPA bersama kepolisian mendalami penyebab anak SD di Ngada NTT akhiri hidup
05 February 2026 15:10 WIB
DJPb: Realisasi tunjangan guru ASN di NTT pada awal 2026 capai Rp138 miliar
05 February 2026 14:29 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kapolda NTT menyalurkan bantuan sosial untuk orang tua bocah yang bunuh diri
05 February 2026 16:19 WIB
KPPPA bersama kepolisian mendalami penyebab anak SD di Ngada NTT akhiri hidup
05 February 2026 15:10 WIB
Kemensos mengirim tim untuk mendampingi keluarga dari kasus anak SD di NTT
04 February 2026 18:31 WIB