Dokter sarankan hindari berhubungan intim setelah transfer embrio
Jumat, 31 Desember 2021 12:57 WIB
Ilustrasi program bayu tabung (ANTARA/Shutterstock/VerNel)
Jakarta (ANTARA) - Mereka yang telah menjalani tindakan transfer embrio atau dalam kehamilan tidak disarankan melakukan aktivitas seksual terlebih dulu, menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr. Aida Riyanti, Sp.OG-KFER, M.RepSc.
"Meski tidak terbukti secara ilmiah bahwa hubungan intim menjadi kontraindikasi pasca tindakan transfer embrio atau dalam kehamilan, kontraksi rahim akibat orgasme bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan," ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah IVF Centre dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya itu melalui keterangan tertulisnya, dikutip Jumat, (31/12).
Oleh karena itu, Aida mengatakan, aktivitas seksual yang terkait dengan penetrasi penis ke dalam vagina sebaiknya tidak dilakukan dulu.
Lalu bagaimana dengan olahraga, apakah juga tak disarankan? Menurut Aida, pasien program transfer embrio atau salah satu tahap dalam program bayi tabung ini direkomendasikan untuk menjalani gaya hidup sehari-hari seperti biasa selama periode tunggu setelah tindakan.
Baca juga: Produk alternatif untuk kurangi risiko penyakit gigi-mulut perokok
Meskipun demikian, olahraga dengan intensitas tinggi seperti aerobik, atau berlari sebaiknya tidak dilakukan dulu hingga mendapatkan konfirmasi kehamilan klinis.
"Lebih baik, pilih olahraga dengan intensitas rendah seperti jalan kaki, yoga, dan meditasi dengan durasi 30 menit per hari," kata dia.
Lebih lanjut, ada sejumlah hal yang pasti harus dihindari sama sekali selama periode tunggu ini yakni merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Aida mengatakan, setelah transfer embrio, rokok dan alkohol dapat memberikan efek yang sangat merugikan pada perkembangan calon bayi.
Baca juga: Amankah anda bleaching gigi sendiri di rumah?
Aida menambahkan, setelah embrio transfer, dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi akan meresepkan obat-obatan penunjang untuk meningkatkan kemungkinan embrio untuk terimplantasi atau menempel.
"Lanjutkan pengobatan suportif seperti yang diinstruksikan oleh dokter," demikian kata dia.
"Meski tidak terbukti secara ilmiah bahwa hubungan intim menjadi kontraindikasi pasca tindakan transfer embrio atau dalam kehamilan, kontraksi rahim akibat orgasme bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan," ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah IVF Centre dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya itu melalui keterangan tertulisnya, dikutip Jumat, (31/12).
Oleh karena itu, Aida mengatakan, aktivitas seksual yang terkait dengan penetrasi penis ke dalam vagina sebaiknya tidak dilakukan dulu.
Lalu bagaimana dengan olahraga, apakah juga tak disarankan? Menurut Aida, pasien program transfer embrio atau salah satu tahap dalam program bayi tabung ini direkomendasikan untuk menjalani gaya hidup sehari-hari seperti biasa selama periode tunggu setelah tindakan.
Baca juga: Produk alternatif untuk kurangi risiko penyakit gigi-mulut perokok
Meskipun demikian, olahraga dengan intensitas tinggi seperti aerobik, atau berlari sebaiknya tidak dilakukan dulu hingga mendapatkan konfirmasi kehamilan klinis.
"Lebih baik, pilih olahraga dengan intensitas rendah seperti jalan kaki, yoga, dan meditasi dengan durasi 30 menit per hari," kata dia.
Lebih lanjut, ada sejumlah hal yang pasti harus dihindari sama sekali selama periode tunggu ini yakni merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Aida mengatakan, setelah transfer embrio, rokok dan alkohol dapat memberikan efek yang sangat merugikan pada perkembangan calon bayi.
Baca juga: Amankah anda bleaching gigi sendiri di rumah?
Aida menambahkan, setelah embrio transfer, dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi akan meresepkan obat-obatan penunjang untuk meningkatkan kemungkinan embrio untuk terimplantasi atau menempel.
"Lanjutkan pengobatan suportif seperti yang diinstruksikan oleh dokter," demikian kata dia.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polri berkoordinasi dengan Polisi Singapura terkait kasus perdagangan bayi
19 September 2025 15:02 WIB
Menteri PPPA kunjungi dua bayi bernama Gibran di pengungsian Lewotobi
23 November 2024 20:54 WIB, 2024
Menkes akan memperluas peran bidan hingga desa tekan angka kematian ibu
03 November 2023 16:04 WIB, 2023