Belanda minta maaf ke Indonesia atas kekerasan saat perang 1945-49
Jumat, 18 Februari 2022 8:08 WIB
Arsip- PM Belanda Mark Rutte (kiri) dan Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang sebelum pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Amsterdam (ANTARA) - Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada Kamis (17/2) meminta maaf kepada Indonesia atas penggunaan kekerasan oleh militer Belanda selama masa Perang Kemerdekaan 1945-1949.
Permintaan maaf itu disampaikan Rutte pada konferensi pers di Brussel, ibu kota Belgia.
Rute mengatakan pemerintahnya mengakui seluruh temuan yang dihasilkan sebuah tinjauan sejarah yang sangat penting.
Baca juga: Studi: Militer Belanda gunakan kekerasan berlebihan di Perang Kemerdekaan RI
Menurut studi tersebut, Belanda melakukan kekerasan secara sistematik, melampaui batas, dan tidak etis dalam upayanya mengambil kembali kendali atas Indonesia, bekas jajahannya, pasca-Perang Dunia II.
Baca juga: Kerusuhan terjadi pada malam ketiga bentrok karena aturan pembatasan COVID-19
Sumber: Antara/Reuters
Permintaan maaf itu disampaikan Rutte pada konferensi pers di Brussel, ibu kota Belgia.
Rute mengatakan pemerintahnya mengakui seluruh temuan yang dihasilkan sebuah tinjauan sejarah yang sangat penting.
Baca juga: Studi: Militer Belanda gunakan kekerasan berlebihan di Perang Kemerdekaan RI
Menurut studi tersebut, Belanda melakukan kekerasan secara sistematik, melampaui batas, dan tidak etis dalam upayanya mengambil kembali kendali atas Indonesia, bekas jajahannya, pasca-Perang Dunia II.
Baca juga: Kerusuhan terjadi pada malam ketiga bentrok karena aturan pembatasan COVID-19
Sumber: Antara/Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dewan Pers menerima 10 aduan per hari terkait pemberitaan, minta media jaga etika
08 February 2026 17:49 WIB
Komisaris Utama dan Dirut Sritex minta bebas dari dakwaan korupsi Rp1,3 triliun
05 January 2026 14:32 WIB