BMKG: Gelombang tinggi akibat Mascarene High
Senin, 23 Juli 2018 13:41 WIB
Gelombang tinggi di wilayah perairan NTT saat ini dipicu oleh Mascarane High atau Mascarane Tinggi. (ANTARA Foto/dok)
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang Ota Welly Jenni Thalo mengatakan gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur saat ini akibat dipicu oleh Mascarene High.
"Faktor penyebab terjadinya gelombang tinggi saat ini karena tekanan tinggi bertahan di Samudra Hindia (barat Australia) atau sering disebut Mascarene High," kata Jenni Thalo kepada Antara di Kupang, Senin (23/7).
Selain tekanan tinggi yang bertahan di Samudra Hindia, masuknya periode puncak musim kemarau (Juli-Agustus), khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan (Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) juga ikut memicu terjadinya gelombang tinggi.
Kondisi ini ditandai dengan berhembusnya massa udara yang dingin dan kering dari wilayah Australia yang berdampak pada minimnya potensi hujan. Selain terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kupang melaporkan gelombang setinggi 2-6 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur selama 23-24 Juli 2018.
Baca juga: NTT diterjang gelombang hingga 6 meter
Berdasarkan hasil analisa BMKG, dalam dua hari ke depan gelombang setinggi enam meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia, selatan Nusa Tenggara Timur dan perairan laut selatan Pulau Sumba. Gelombang setinggi lima meter berpotensi terjadi di Laut Sawu dan Selat Sumba bagian selatan.
Selain itu gelombang setinggi empat meter berpotensi terjadi di perairan laut Selat Sape, sedangkan gelombang setinggi 3,5 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Kupang, Pulau Rote, dan Laut Timor, selatan Nusa Tenggara Timur.
Gelombang setinggi 2-2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Selat Alor, Selat Ombai, Selat Flores, Lamakera, dan Boleng. Tinggi gelombang itu, katanya, bisa mencapai dua kali lipat dari prakiraan BMKG.
Baca juga: Gelombang setinggi 4 meter berpotensi terjadi di ntt
"Faktor penyebab terjadinya gelombang tinggi saat ini karena tekanan tinggi bertahan di Samudra Hindia (barat Australia) atau sering disebut Mascarene High," kata Jenni Thalo kepada Antara di Kupang, Senin (23/7).
Selain tekanan tinggi yang bertahan di Samudra Hindia, masuknya periode puncak musim kemarau (Juli-Agustus), khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan (Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) juga ikut memicu terjadinya gelombang tinggi.
Kondisi ini ditandai dengan berhembusnya massa udara yang dingin dan kering dari wilayah Australia yang berdampak pada minimnya potensi hujan. Selain terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kupang melaporkan gelombang setinggi 2-6 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur selama 23-24 Juli 2018.
Baca juga: NTT diterjang gelombang hingga 6 meter
Berdasarkan hasil analisa BMKG, dalam dua hari ke depan gelombang setinggi enam meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia, selatan Nusa Tenggara Timur dan perairan laut selatan Pulau Sumba. Gelombang setinggi lima meter berpotensi terjadi di Laut Sawu dan Selat Sumba bagian selatan.
Selain itu gelombang setinggi empat meter berpotensi terjadi di perairan laut Selat Sape, sedangkan gelombang setinggi 3,5 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Kupang, Pulau Rote, dan Laut Timor, selatan Nusa Tenggara Timur.
Gelombang setinggi 2-2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Selat Alor, Selat Ombai, Selat Flores, Lamakera, dan Boleng. Tinggi gelombang itu, katanya, bisa mencapai dua kali lipat dari prakiraan BMKG.
Baca juga: Gelombang setinggi 4 meter berpotensi terjadi di ntt
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG ajak masyarakat waspadai potensi gelombang tinggi 4 meter di perairan NTT
21 January 2026 11:55 WIB
BMKG: Waspadai gelombang tinggi 2,5 meter hingga 14 Januari 2026 di perairan NTT
10 January 2026 16:24 WIB
BMKG: Waspadai potensi gelombang setinggi 2,5 meter di sejumlah perairan NTT
02 January 2026 10:12 WIB
BMKG: Gelombang tinggi di perairan Labuan Bajo akibat pengaruh bibit siklon 96S
28 December 2025 6:18 WIB
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di laut NTT hingga 2 Desember
29 November 2025 11:20 WIB
BMKG: Waspadai potensi gelombang setinggi 2,5 meter pada 24-27 November di NTT
24 November 2025 12:17 WIB
BMKG: Waspadai hujan petir banjir rob dan gelombang laut 4 meter pada Kamis
20 November 2025 12:25 WIB
BMKG mengimbau nelayan-pelaku wisata Labuan Bajo waspada awan Cumulonimbus
10 November 2025 17:39 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Festival Lamaholot lolos KEN 2026 dan diyakini dongkrak pariwisata Lembata
27 January 2026 20:45 WIB