Pemerintah dorong warga Tanah Merah-Oebelo berdamai
Jumat, 31 Agustus 2018 17:51 WIB
Bupati Kupang Ayub Titu Eki sedang memberikan keterangan pers tentang upaya perdamaian di Kupang Tengah antara warga Tanah Merah dan Oebelo yang bertikai beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan dua orang tewas terbunuh. (ANTARA Foto/Benny Jahang).
Kupang (AntaraNews NTT) - Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, meminta dua kelompok masyarakat Desa Tanah Merah dan Oebelo di Kupang Tengah untuk menahan diri dan menyelesaikan konflik yang telah merenggut dua korban jiwa secara damai.
"Pemerintah sudah melakukan komunikasi dengan beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk meminta masyarakat agar menahan diri serta tidak lagi saling menyerang. Selesaikan persoalan yang terjadi secara damai dengan kepala dingin," kata Bupati Kupang Ayub Titu Eki kepada wartawan di Oelamasi, Jumat (31/8).
Bupati Ayub menegaskan hal itu terkait upaya pemerintah Kabupaten Kupang dalam menyelesaikan konflik dua kelompok masyarakat di Desa Tanah Merah dan Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang yang merenggut dua korban jiwa.
Ia mengatakan, pemerintah akan melakukan upaya damai terhadap pihak-pihak yang berkonflik secara damai. "Pemerintah akan tetap melakukan pendekatan dengan berbagai pihak demi terwujudnya perdamaian di antara masyarakat yang bertikai," kata Ayub.
Menurut bupati dua periode itu, dua kelompok masyarakat yang bertikai harus mampu menahan diri dan menyelesaikan konflik dengan kepala dingin, karena konflik yang terjadi pada Kamis-Jumat (23-24/8) menyebabkan kerugian bagi masyarakat di daerah itu.
"Berhentilah berkonflik karena tidak ada manfaatnya sama sekali, malah akan membawa banyak kerugian," kata Bupati Ayub yang akan segera meletakkan jabatannya sebagai Bupati Kupang dua periode kepada Bupati-Wakil Bupati terpilih periode 2018-2023.
Baca juga: Warga Tanah Merah dan Oebelo siap berdamai
Baca juga: Situasi keamanan di Oebelo sudah kondunsif
Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan (depan) sedang mengendalikan situasi di lapangan saat bentrok antarwarga Tanah Merah dan Oebelo di Kabupaten Kupang, Jumat (24/8). (ANTARA Foto/Benny Jahang)
"Pemerintah sudah melakukan komunikasi dengan beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk meminta masyarakat agar menahan diri serta tidak lagi saling menyerang. Selesaikan persoalan yang terjadi secara damai dengan kepala dingin," kata Bupati Kupang Ayub Titu Eki kepada wartawan di Oelamasi, Jumat (31/8).
Bupati Ayub menegaskan hal itu terkait upaya pemerintah Kabupaten Kupang dalam menyelesaikan konflik dua kelompok masyarakat di Desa Tanah Merah dan Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang yang merenggut dua korban jiwa.
Ia mengatakan, pemerintah akan melakukan upaya damai terhadap pihak-pihak yang berkonflik secara damai. "Pemerintah akan tetap melakukan pendekatan dengan berbagai pihak demi terwujudnya perdamaian di antara masyarakat yang bertikai," kata Ayub.
Menurut bupati dua periode itu, dua kelompok masyarakat yang bertikai harus mampu menahan diri dan menyelesaikan konflik dengan kepala dingin, karena konflik yang terjadi pada Kamis-Jumat (23-24/8) menyebabkan kerugian bagi masyarakat di daerah itu.
"Berhentilah berkonflik karena tidak ada manfaatnya sama sekali, malah akan membawa banyak kerugian," kata Bupati Ayub yang akan segera meletakkan jabatannya sebagai Bupati Kupang dua periode kepada Bupati-Wakil Bupati terpilih periode 2018-2023.
Baca juga: Warga Tanah Merah dan Oebelo siap berdamai
Baca juga: Situasi keamanan di Oebelo sudah kondunsif
Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan (depan) sedang mengendalikan situasi di lapangan saat bentrok antarwarga Tanah Merah dan Oebelo di Kabupaten Kupang, Jumat (24/8). (ANTARA Foto/Benny Jahang)
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Petrokimia Gresik mengalahkan TNI AU Electric pada Final Four Livoli Divisi Utama
16 October 2025 11:58 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Menteri PPPA: Penanganan kasus kekerasan seksual harus berperspektif korban
15 February 2026 11:04 WIB
KPK mendalami kaitan rangkap jabatan Mulyono dengan kasus restitusi pajak
15 February 2026 11:01 WIB
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
BNPT: 230 orang ditangkap dalam 2 tahun terakhir karena danai kelompok teroris
13 February 2026 13:09 WIB