Emas tergelincir 1,8 dolar AS
Rabu, 22 Juni 2022 6:25 WIB
Ilustrasi seorang petugas memperlihatkan emas batangan produksi PT Antam di Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ss/ama/aa.
Chicago (ANTARA) - Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Selasa (Rabu, 22/6/2022 pagi WIB), memperpanjang penurun untuk hari kedua berturut-turut, karena saham-saham AS yang lebih kuat mengurangi daya tarik logam safe-haven di tengah aksi ambil untung dari kenaikan baru-baru ini.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melemah 1,8 dolar AS atau 0,1 persen, menjadi ditutup pada 1.838,80 dolar AS per ounce. Pasar AS tutup pada Senin (20/6) untuk hari libur umum Juneteenth atau hari kebebasan.
Emas berjangka merosot 9,3 dolar AS atau 0,5 persen menjadi 1.840,60 dolar AS pada hari Jumat (17/6) setelah melonjak 30,3 dolar AS atau 1,67 persen menjadi 1.849,9 dolar AS pada hari Kamis (16/6/2022), dan terangkat 6,1 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.819,60 dolar AS pada hari Rabu (15/6).
Menjelang akhir bulan, investor juga melakukan beberapa penyesuaian dengan aksi ambil untung, kata analis pasar.
Beberapa analis pasar juga menyatakan permintaan emas yang relatif lemah di China dan India.
Administrasi Bea Cukai Federal Swiss melaporkan Selasa (21/6/2022) bahwa Swiss mengekspor 105 ton emas pada Mei, dan kurang dari setengah dari total yang pergi ke China dan India.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 18,1 sen atau 0,84 persen, menjadi ditutup pada 21,768 dolar AS per ounce.
Platinum untuk pengiriman Juli menguat 9,3 dolar atau satu persen, menjadi ditutup pada 939,5 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas jatuh 0,5 persen tertekan kenaikan dolar
Baca juga: Emas anjlok tertekan penguatan dolar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas tergelincir 1,8 dolar AS tertekan saham AS yang lebih kuat
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melemah 1,8 dolar AS atau 0,1 persen, menjadi ditutup pada 1.838,80 dolar AS per ounce. Pasar AS tutup pada Senin (20/6) untuk hari libur umum Juneteenth atau hari kebebasan.
Emas berjangka merosot 9,3 dolar AS atau 0,5 persen menjadi 1.840,60 dolar AS pada hari Jumat (17/6) setelah melonjak 30,3 dolar AS atau 1,67 persen menjadi 1.849,9 dolar AS pada hari Kamis (16/6/2022), dan terangkat 6,1 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.819,60 dolar AS pada hari Rabu (15/6).
Menjelang akhir bulan, investor juga melakukan beberapa penyesuaian dengan aksi ambil untung, kata analis pasar.
Beberapa analis pasar juga menyatakan permintaan emas yang relatif lemah di China dan India.
Administrasi Bea Cukai Federal Swiss melaporkan Selasa (21/6/2022) bahwa Swiss mengekspor 105 ton emas pada Mei, dan kurang dari setengah dari total yang pergi ke China dan India.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 18,1 sen atau 0,84 persen, menjadi ditutup pada 21,768 dolar AS per ounce.
Platinum untuk pengiriman Juli menguat 9,3 dolar atau satu persen, menjadi ditutup pada 939,5 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas jatuh 0,5 persen tertekan kenaikan dolar
Baca juga: Emas anjlok tertekan penguatan dolar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas tergelincir 1,8 dolar AS tertekan saham AS yang lebih kuat
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB