Kupang (AntaraNews NTT) - Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang saat ini sedang dikunjungi oleh para delegasi dari Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB), mengalami surplus daya listrik sebesar 23 MW.

"Sekarang listrik untuk Kota Labuan Bajo sudah aman, kami sudah memiliki surplus daya sekitar 23 megawatt," kata Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla ketika dihubungi Antara dari Kupang, Selasa (16/10).

Ia menjelaskan, PLN telah selesai membangun sebuah pembangkit listik tenaga mesin gas (PLTMG) berkapasitas 3x7 MW yang mulai beroperasi sejak Agustus lalu.

Data PLN Wilayah NTT menyebutkan saat ini total daya mampu di Kota Labuan Bajo sendiri sebesar 42 MW dengan kondisi beban puncak mencapai 18,6 MW.

Menurut Agustinus, pembangunan kelistrikian sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya, salah satunya untuk mendukung kunjungan delegasi dana moneter internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) yang akan berlibur ke Labuan Bajo.

"Terutama ini untuk memastikan kebutuhan usaha perhotelan, restoran, pelabuhan, bandara, perkantoran, dan lainnya hingga rumah-rumah penduduk terpenuhi," katanya.

Baca juga: Christyono: Pasokan listrik untuk Labuan Bajo aman

Menurutnya, di sisi lain dengan kondisi kelebihan daya listik yang ada tentu akan bermanfaat untuk pembangunan Kota Labuan Bajo secara berkelanjutan di masa mendatang

Salah satunya, lanjut dia, untuk memenuhi kebutuhan investasi berbagai bidang di Labuan Bajo sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas secara nasional yang terkenal memiliki Taman Nasional Komodo yang mendunia.

"Sehingga kalau para delegasi maupun investor lain berminat untuk investasi di Labuan Bajo maka mereka sudah tahu salah satu aspek utama seperti dukungan kelistrikan sudah aman," katanya.

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2024