Cakupan MR di NTT berada di urutan ke-4 nasional
Rabu, 31 Oktober 2018 16:21 WIB
Seorang dokter sedang menyuntikkan vaksin Measle-Rubella (MR) kepada seorang bayi di salah satu Puskesmas di Kota Kupang, NTT, Rabu (19/9). Sampai dengan saat ini cakupan imunisasi MR di Nusa Tenggara Timur (NTT) baru mencapai 92,65 persen dari target 1.743.395 anak NTT.(ANTARA Foto/Kornelis Kaha)
Kupang (AntaraNews NTT) - Cakupan imunisasi campak rubella (Measles-Rubella/MR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur secara nasional menempati urutan keempat dengan jumlah persentase mencapai 92,65 persen dari target 1.743.395 anak NTT.
"Jumlahnya hampir mendekati target yakni hanya mencapai 1.632.441 anak dari 1.743.395 jumlah anak di Nusa Tenggara Timur," kata Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur dr Dominikus Mere di Kupang, Rabu (31/10).
Ia menyebutkan urutan pertama ditempati oleh Papua Barat dengan jumlah prosentase 99,61 persen, kemudian disusul Bali 94,89 persen dan Lampung 94,29 persen.
Jika dilihat per pulau, pulau Sumba dan Alor masing-masing menjadi pulau ketiga dan keempat di Indonesia yang terlindungi dari ancaman penyakit campak-rubela (MR).
"Setelah adanya laporan bahwa sebelumnya Pulau Jawa dan Madura menjadi pertama dan kedua terlindungi dari ancaman MR ini," katanya.
Data yang diperoleh Antara dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT menyebutkan bahwa capaian vaksinasi MR di empat kabupaten di Sumba sudah sesuai target pemerintah yakni di atas 95 persen.
Sementara untuk Sumba Tengah dan Sumba Timur masing-masing 97 persen, Sumba Barat 98 persen, dan Sumba Barat Daya 97an persen.
"Kalau cakupan imunisasi MR di Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan bahkan sudah mencapai 100 persen lebih," demikian Dominikus Mere.
Baca juga: Cakupan imunisasi MR di NTT mendekati 100 persen
Baca juga: 1,7 juta anak NTT dapat imunisasi MR
"Jumlahnya hampir mendekati target yakni hanya mencapai 1.632.441 anak dari 1.743.395 jumlah anak di Nusa Tenggara Timur," kata Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur dr Dominikus Mere di Kupang, Rabu (31/10).
Ia menyebutkan urutan pertama ditempati oleh Papua Barat dengan jumlah prosentase 99,61 persen, kemudian disusul Bali 94,89 persen dan Lampung 94,29 persen.
Jika dilihat per pulau, pulau Sumba dan Alor masing-masing menjadi pulau ketiga dan keempat di Indonesia yang terlindungi dari ancaman penyakit campak-rubela (MR).
"Setelah adanya laporan bahwa sebelumnya Pulau Jawa dan Madura menjadi pertama dan kedua terlindungi dari ancaman MR ini," katanya.
Data yang diperoleh Antara dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT menyebutkan bahwa capaian vaksinasi MR di empat kabupaten di Sumba sudah sesuai target pemerintah yakni di atas 95 persen.
Sementara untuk Sumba Tengah dan Sumba Timur masing-masing 97 persen, Sumba Barat 98 persen, dan Sumba Barat Daya 97an persen.
"Kalau cakupan imunisasi MR di Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan bahkan sudah mencapai 100 persen lebih," demikian Dominikus Mere.
Baca juga: Cakupan imunisasi MR di NTT mendekati 100 persen
Baca juga: 1,7 juta anak NTT dapat imunisasi MR
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Manggarai ajak orang tua berpartisipasi dalam imunisasi anak
24 November 2022 13:30 WIB, 2022
Vaksin HPV resiliensi cegah kanker serviks sejak dini, menurut Kemenkes
02 November 2022 16:30 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:31 WIB
Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN
19 January 2026 13:13 WIB