TPI Labuan Bajo jadi objek wisata

id TPI

TPI Labuan Bajo jadi objek wisata

TPI Labuan Bajo yang dibangun oleh PT ASDP Ferry Indonesia, Jumat (30/11) diharapkan menjadi objek wisata baru. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)

"Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo yang sudah selesai dibangun bisa dijadikan sebagai objek wisata baru," kata Ira Puspadewi.
Labuan Bajo, NTT (ANTARA News NTT) - Direktur Umum PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengharapkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo yang sudah selesai dibangun bisa dijadikan sebagai objek wisata baru.

"Kami berharap TPI Labuan Bajo ini nanti dapat menjadi kawasan wisata baru. Artinya bahwa kebersihan di TPI ini harus dijaga sehingga menarik minat wisatawan yang ingin membeli ikan di sini," katanya di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (30/11).

Hal ini disampaikannya di sela-sela pelaksanaan Syukuran Pembangunan TPI Labuan Bajo yang mulai dibangun pada Maret 2018 dan selesai pada Oktber 2018.

Acara syukuran itu dihadiri Sekretaris Perusahaan Imelda Alini, Direktur Pelayanan dan Fasilitas Cristine Hutabarat dan Komisaris Utama Lalu Sudarmadi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, serta puluhan calon pedagang TPI baru.

Saat ini, kata Ira, TPI Labuan Bajo sudah selesai dibangun dengan pelabuhan jetinya, dan sedang diurus administrasinya agar nanti dapat diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

"Dua pekan mulai dari sekarang proses admistrasinya akan cepat diselesaikan agar para pedagang yang sudah dipindahkan dari TPI yang lama bisa serah berjualan di TPI baru. Targetnya Januari nanti sudah para pedagang sudah bisa berjualan di TPI itu," ujar dia.

TPI baru yang dibangun di atas lahan 4.678 m2 itu lebih luas dibandingkan TPI lama yang luasnya hanya mencapai 4.200 m2. Lokasi TPI Labuan Bajo juga tidak jauh dari TPI lama. Jaraknya sekitar 1.000 meter.
Pelabuhan Jeti TPI Labuan Bajo yang dibangun oleh PT ASDP Ferry Indonesia Jumat (30/11) diharapkan menjadi objek wisata baru. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha) 
Beberapa keunggulan lainnya adalah TPI baru bisa menampung 136 pedagang ikan. Kemudian juga TPI baru Labuan Bajo tampil dengan wajah modern sebagai "fresh market". Lapak pedagang dan sistem pembuangan air ditata dengan rapi.

Di samping itu TPI baru Labuan Bajo memiliki banyak fasilitas baru yang tidak dimiliki TPI lama, antara lain,lahan parkir yang luas, tempat penarikan uang tunai (ATM), dan 50 kios komersial.

Selain itu, TPI baru memiliki pelabuhan dengan kapasitas 680 kapal nelayan dengan kapasitas kapal rata-tata tujuh gross tone (GT).

Gubernur NTT Viktor B Laiskodat yang hadir dalam syukuran itu mengharapkan agar kebersihan dari bangunan yang baru itu bisa diperhatikan karena kebersihan adalah kunci utama agar pembeli atau pengunjung merasa nyaman.

"Jangan sampai tampilan pasar sudah sangat bagus, tetapi nanti isi di dalamnya jorok dan bau. Pedagang juga harus mandi terlebih dahulu. Jangan sampai sambil jualan pembeli datang membeli dan mencium bau keringat," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar