Labuan Bajo (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo berkolaborasi dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan aksi penanaman sebanyak 50 bibit pohon sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan kawasan sekolah.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo Charles Christian Mathaus di Labuan Bajo pada Kamis, mengatakan kegiatan itu tidak hanya menjadi bagian dari program pembinaan masyarakat, tetapi juga rangkaian peringatan hari jadi pertama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mengusung tema 'Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa'.
“Ini merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan dalam rangka merayakan HUT Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang pertama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut dia, para siswa dan guru turut terlibat aktif dalam aksi penanaman pohon.
“Kami menyerahkan, sekaligus menanam 50 pohon untuk dikembangkan oleh teman-teman di SLB Negeri Komodo,” ujarnya.
Ia menjelaskan memilih SLB Negeri Komodo sebagai lokasi kegiatan karena ingin memberikan perhatian lebih bagi penyandang disabilitas.
"Melalui aksi penanaman pohon ini, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh siswa dan lingkungan sekolah SLB Negeri Komodo," katanya.
Selain penanaman pohon, Kantor Imigrasi Labuan Bajo juga memberikan sejumlah alat kebersihan serta perlengkapan untuk mendukung kreativitas siswa di SLB Negeri Komodo.
“Kami juga menyerahkan alat-alat kebersihan agar lingkungan sekolah tetap bersih dan menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk belajar,” ujarnya.
Wakil Kepala Urusan Kurikulum SLB Negeri Komodo Ika Puji Lestari, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo.
Ia menilai kunjungan tersebut sangat berarti bagi perkembangan siswa di SLB Negeri Komodo
“Kami sangat senang karena merasa ada yang memperhatikan dan peduli dengan sekolah kami, apalagi kegiatan ini sejalan dengan program yang sedang kami jalankan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, mengingat aktivitas penanaman pohon tidak hanya melatih keterampilan siswa, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan lingkungan yang hijau di sekolah.
Ia meyakini kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kepedulian siswa dalam merawat tanaman serta memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah.

