Logo Header Antaranews Kupang

Artikel - Bayang-bayang kiamat Romo Martin kala erupsi Lewotobi

Jumat, 8 November 2024 09:39 WIB
Image Print
Suasana puncak Gunung Lewotobi Laki-laki tampak dari Seminari Menengah San Dominggo di Hokeng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (6/11/2024). Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berpotensi mengalami erupsi susulan. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
...Kita juga berpikir, apakah ini akhir dari hidup kita, kata Romo Martin
Flores Timur (ANTARA) - "Kita juga berpikir, apakah ini akhir dari hidup kita," kata Romo Martin, salah satu saksi atas dahsyatnya letusan Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terjadi pada Minggu (3/11).

Seperti apa bayangan kiamat? Mungkin banyak di antara kita yang membayangkan hari kiamat sebagai suatu proses yang amat dahsyat, di mana Bumi dan seisinya menjadi luluh lantak, dan manusia di dalamnya tak lagi mampu menunjukkan kekuatan kala berhadapan dengan kehendak Tuhan.

Gelap, mencekam, diselingi suara petir yang bergemuruh, atau dihujani batu berselimut api yang bergelora. Kira-kira, salah satu dari beberapa kata tersebut menjadi hal yang dipikirkan oleh kebanyakan orang, tatkala diperintah untuk membayangkan bagaimana kiamat akan terjadi.

Keempat kejadian itulah yang benar-benar dialami oleh warga yang bermukim di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, tidak terkecuali Romo Martinus Kapitan Sogen, seorang rektor atau praeses di Seminari San Dominggo, Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Awal mula

Oleh
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026