Labuan Bajo (ANTARA) - Sebanyak 909 orang balita, ibu hamil dan menyusui di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menerima tambahan makanan bernutrisi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Akan bertambah lagi penerima manfaat seiring penambahan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seperti di Kecamatan Lembor dan Desa Golo Bilas di Kecamatan Komodo," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Manggarai Barat Rafael Guntur di Labuan Bajo, Jumat.
Ia menambahkan, program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diberikan kepada anak sekolah di wilayah tersebut, melainkan juga menjadikan ibu hamil, ibu menyusui dan balita menjadi sasaran penerima.
"Istilahnya 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan balita non PAUD, lalu target kami itu 10 persen dari jumlah sasaran sekolah," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan 909 orang balita, ibu hamil dan menyusui itu menerima makanan bernutrisi dari empat dapur SPPG yang terletak di Kecamatan Komodo yakni SPPG Dapur Komodo Batu Cermin, SPPG Dapur Waemata, SPPG Dapur Golo Koe Wae Kelambu, dan SPPG Dapur Mbarata Macang Tanggar.
"Kami telah sepakat ada titik untuk pengambilan dan jika penerima manfaat tidak datang maka peran kader posyandu untuk didistribusikan," katanya.
Ia juga menjelaskan dengan pemberian tambahan nutrisi melalui program Makan Bergizi Gratis dapat mengurangi risiko stunting pada anak serta memenuhi kecukupan gizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui.
"Harapannya angka prevalensi stunting turun, karena kita telah memberikan asupan gizi lebih dini kepada para penerima," katanya.
Lebih lanjut, pihaknya juga telah mengundang para pengelola dapur SPPG untuk melakukan diskusi bersama guna mengoptimalkan pemberian tambahan makanan bernutrisi melalui program Makan Bergizi Gratis.
"Kami akan lakukan pertemuan dengan para pengelola dapur MBG, nanti kami akan mengevaluasi, mitigasi keracunan pada anak-anak dan soal standar gizi mereka sudah ada karena untuk 3B itu dua basah dan satu kering dengan standar kalori yang sama, dalam artian dua hari terima nasi, tiga hari dapat buah-buahan, susu dan biskuit," katanya.
Sebelumnya, sebanyak 43 titik pembangunan SPPG telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Manggarai Barat. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 214 Tahun 2025 tanggal 16 Oktober 2025.

