
Undana pertimbangkan pelaksanaan wisuda dua sesi untuk 1.500 peserta

Kupang (ANTARA) - Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Prof Maxs U E Sanam mengatakan pihaknya mempertimbangkan pelaksanaan wisuda periode Desember 2025 akan digelar dalam dua sesi menyusul meningkatnya jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 1.500 orang.
“Jumlah sekarang sekitar 1.500 mahasiswa. Ini kemungkinan akan ada dua sesi,” kata Rektor Undana Prof. Maxs U. E. Sanam di Kupang, Kamis.
Ia menjelaskan pengaturan dua sesi dilakukan untuk memastikan kelancaran prosesi sekaligus memberikan kenyamanan bagi peserta dan keluarga.
Kebijakan tersebut diambil setelah Undana mencabut pembatasan kuota wisuda yang sebelumnya dibatasi maksimal 1.200 orang. Prof. Maxs memastikan seluruh mahasiswa yang telah memenuhi syarat akademik dan administrasi akan diikutsertakan.
“Pada prinsipnya, mereka yang sudah elegibel datanya serta memiliki PIN ijazah akan kita wisudakan sesuai jadwal dan deadline terakhir,” ujarnya.
Namun mahasiswa yang baru menyelesaikan ujian skripsi dan belum memperoleh PIN ijazah belum dapat diikutsertakan pada periode ini.
“Mereka yang baru saja selesai ujian skripsi dan PIN-nya belum ada, mohon maaf, kita tidak bisa wisudakan,” tegasnya.
Rektor menyampaikan bahwa kebijakan wisuda juga dipengaruhi masa transisi kepemimpinan karena Undana masih menunggu penetapan rektor definitif pada putaran kedua bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto.
Menurut dia, situasi tersebut dapat berpengaruh terhadap proses penandatanganan ijazah sehingga pihaknya bekerja ekstra untuk memastikan dokumen yang sudah selesai dapat dicetak tepat waktu.
“Kalau pemilihan mundur dan waktunya mepet, tentu akan berpengaruh. Karena itu, kita bekerja ekstra,” katanya.
Prof. Maxs menegaskan Undana tetap menjamin kualitas pelaksanaan wisuda meskipun dilakukan dua sesi.
“Kita berupaya mencetak ijazah yang sudah selesai pada waktunya tanpa mengurangi marwah akademik universitas,” pungkasnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
