
DPR Tinjau Jalan Putus Perbatasan RI-Timor Leste

"Saya baru dengar informasi itu kemarin, tetapi nanti saya akan tinjau lokasi itu untuk melihat secara langsung bagaimana kerusakan yang terjadi di daerah itu," kata Fary Djemi Francis.
Kupang (Antara NTT) - Komisi V DPR RI yang membidangi pembangunan infrastruktur segera meninjau akses jalan negara yang putus di wilayah perbatasan antara Indonesia-Timor Leste di Desa Sarabau, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
"Saya baru dengar informasi itu kemarin, tetapi nanti saya akan tinjau lokasi itu untuk melihat secara langsung bagaimana kerusakan yang terjadi di daerah itu," kata Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis, saat ditemui di Kupang, Rabu.
Penegasan itu disampaikannya berkaitan dengan akses transportasi di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT)-Timor Leste terputus total akibat ambles ruas jalan negara sepanjang 40 meter di wilayah perbatasan dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste.
Ambles ruas jalan yang dibangun pada 2016 oleh PT Nindia Karya (PT NK) terjadi pada Jumat (27/1) dini hari akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda daerah itu.
Ambles jalan tersebut mengakibatkan aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan juga sedikit terkendala, bahkan mengakibatkan terputus transportasi yang menghubungan tiga desa di wilayah yang berbatasan dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste, yaitu Desa Bauh, Desa Sarabauh, dan Desa Sadi.
Menurut Fary, amblas ruas jalan tersebut kemudian mengakibatkan terputus transportasi di daerah perbatasan itu harus segera ditangani sementara sambil menunggu perbaikan jalan tersebut secara keseluruhan.
"Saya sudah kontak dengan kepala balai untuk segera melakukan langkah-langkah konkret agar seperti kegiatan emergency di kawasan itu," katanya lagi.
Kepala Desa Sarabau, Kecamatan Tasifeto Timur Belmindo Roberto Rinmalae saat dihubungi dari Kupang mengatakan ambles jalan tersebut mengakibatkan masyarakat yang hendak menuju Atambua, ibu kota Kabupaten Belu harus meninggalkan kendaraannya di lokasi tanah longsor dan mengganti kendaraan lain menuju Atambua.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu Alfons Kefi mengatakan jalan tersebut putus total akibat longsor tembok penahan jalan ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
