Logo Header Antaranews Kupang

BP3MI: Penyaluran KUR bagi PMI NTT butuh penguatan ekosistem daerah

Selasa, 24 Februari 2026 02:36 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kantor BP3MI NTT di Kota Kupang.  (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Balai Pelayanan Pelindungan dan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebut pentingnya penguatan ekosistem di daerah dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun ini untuk penempatan pekerja migran asal NTT.

“Alhamdulillah, karena Bank NTT sudah ada progres dalam KUR PMI ini. Namun, perlu adanya penguatan ekosistem dengan pemerintah daerah supaya penyaluran KUR berjalan efektif dan berkelanjutan,” kata Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamida di Kupang, NTT, Senin.

Hal itu disampaikannya berkaitan dengan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT yang mengalokasikan KUR penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) senilai Rp50 miliar kepada sekitar 1.000 debitur.

Sebelumnya, Bank NTT kembali mendapatkan kuota KUR 2026 sebesar Rp350 miliar, setelah beberapa tahun sebelumnya dihentikan karena adanya kredit bermasalah yang cukup besar.

Suratmi menekankan pentingnya peran pemerintah daerah setempat dalam membangun ekosistem yang lebih baik agar peluang tersebut bisa ditangkap, termasuk upaya mengubah kualitas SDM lokal menjadi sumber pendapatan daerah (PAD).

Menurutnya, penguatan ekosistem tersebut dapat dilakukan melalui kolaborasi fungsi pengawasan penyaluran maupun peningkatan keterampilan calon pekerja migran.

Selain itu, skema KUR juga diharapkan dapat mengatasi kendala biaya yang selama ini mendorong sebagian pekerja migran NTT berangkat ke luar negeri secara ilegal.

Ia juga menilai KUR tersebut menjadi kesempatan baik bagi anak muda NTT yang ingin memiliki jenjang karir global, khususnya di sektor formal.

Menurut dia, tingginya angka pengangguran terbuka di NTT, yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik mencapai sekitar 94 ribu orang, tidak sejalan dengan ketersediaan lapangan kerja, baik di dalam daerah maupun di tingkat nasional.

“BP3MI memfasilitasi peluang kerja yang cukup banyak dengan gaji yang cukup baik di luar negeri, tetapi yang dibutuhkan adalah mempersiapkan kompetensi untuk bisa menangkap peluang karir global ini. Dengan kolaborasi bersama Bank NTT, kami berharap adik-adik muda bisa memanfaatkan peluang tersebut sehingga penempatan pekerja migran asal NTT bisa naik kelas,” ujarnya.

Hal ini penting kata dia, karena selama ini penempatan pekerja migran asal NTT didominasi sektor domestik/informal.

“Permasalahan pekerja migran selama ini juga karena yang berangkat ke luar negeri kurang memiliki keterampilan, karena masih didominasi pekerja rumah tangga dan pekerja kebun yang rata-rata berpendidikan dasar,” katanya.

Ia menjelaskan, skema KUR PMI tidak hanya membantu pembiayaan keberangkatan, tetapi juga mendukung peningkatan kompetensi calon pekerja migran melalui pelatihan dan sertifikasi, sehingga membuka peluang penempatan yang lebih besar di sektor formal.

“Jika kita dorong ke sektor formal, saya yakin persoalan penempatan pekerja migran non-skill bisa dikurangi,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia memastikan sinergi dan kolaborasi BP3MI NTT dalam mendukung program KUR tersebut demi mewujudkan migrasi aman dan prosedural di Bumi Flobamora.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026