Logo Header Antaranews Kupang

Pakar ajak mahasiswa kuasai hukum internasional untuk jaga kedaulatan

Rabu, 4 Maret 2026 20:01 WIB
Image Print
Pakar dan Praktisi Hukum Internasional sekaligus Wakil Gubernur NTT Periode 2018-2023 Josef Nai Soi

Kupang (ANTARA) - Pakar dan Praktisi Hukum Internasional sekaligus Wakil Gubernur NTT Periode 2018-2023 Josef Nai Soi mengajak mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang untuk menguasai hukum internasional untuk menjaga kedaulatan bangsa.

"Penguasaan hukum internasional dinilai menjadi instrumen strategis dalam menjaga identitas dan kedaulatan bangsa di tengah arus globalisasi," katanya di Kupang, Rabu.

Hal ini disampaikannya saat memberikan kuliah umum dengan tema Law and Globalization yang digelar oleh Fakultas Hukum Undana Kupang.

Menurut dia, kompetensi hukum menjadi penentu keberhasilan diplomasi Indonesia di forum global, khususnya dalam hal budaya.

Dalam kuliah umum itu, dia menceritakan tentang pengalaman Indonesia saat mempertahankan klaim alat musik tradisional Sasando di forum internasional yang diklaim oleh salah satu negara tetangga.

Menurut dia, kemenangan tersebut tidak lepas dari argumentasi hukum yang kuat serta pembuktian akademik yang sahih.

“Dari 198 negara, 196 negara akhirnya mendukung Indonesia. Ini bukti bahwa kompetensi hukum internasional sangat menentukan dalam menjaga martabat dan aset budaya bangsa,” ujarnya di hadapan mahasiswa.

Ia menegaskan, dalam sengketa internasional, ketelitian menguji fakta dan keaslian dokumen menjadi faktor krusial. Tanpa landasan hukum dan bukti autentik, klaim suatu negara akan sulit dipertahankan.

Selain isu kekayaan budaya, Josef juga membahas prinsip jus ad bellum (legitimasi perang) dan jus in bello (aturan dalam perang). Ia mengingatkan bahwa hukum internasional tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bahkan dalam situasi konflik bersenjata.

“Dalam perang ada aturan yang mengikat. Warga sipil tidak boleh diserang dan tindakan militer harus dibatasi oleh prinsip kemanusiaan. Di situlah hukum internasional menjaga peradaban kita,” katanya.

Menurutnya, pemahaman terhadap instrumen hukum global menjadi bekal penting bagi calon sarjana hukum agar mampu membaca dinamika geopolitik secara komprehensif.

Rektor Undana, Prof.Jefri S.Bale, mendorong mahasiswa menyerap pengalaman praktis narasumber yang tidak selalu ditemukan dalam literatur akademik.

“Mahasiswa harus mampu membaca dimensi ideal dan realistis dari sebuah hukum agar siap menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026