
Ternak Sapi Divaksinasi

Perubahan cuaca telah memicu terjadinya virus penyakit diare pada ternak sapi yang menyebabkan 180.000 ekor sapi mati.
Kupang (Antara NTT) - Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Obed Laha mengatakan pihaknya akan segera melakukan vaksinasi pada ternak sapi untuk mengantisipasi dampak penyebaran virus diare yang sedang mewabah di daerah ini.
Obed di Oelamasi, Senin, mengatakan perubahan cuaca telah memicu terjadinya virus penyakit diare pada ternak sapi yang menyebabkan 180.000 ekor sapi mati.
Obed saat ditemui di Oelamasi, 38 km arah timur Kota Kupang, mengatakan sejak Oktober 2016 hingga Januari 2017 tercatat 180,000 ekor sapi milik peternak mati akibat terkena diare.
Ia mengatakan kematian ternak sapi tersebar di Kecamatan Sulamu, Amfoang Selatan, Amfoang Timur, Amarasi Barat. Khusus untuk Kecamatan Amarasi Timur, selama dua pekan ini sudah 80 ekor sapi yang mati akibat diare.
"Kita menghadapi kendala dalam proses pemberian vaksinasi ternak, karena para peternak menolak ternaknya divaksin. Para peternak memilih melakukan vaksinasi terhadap ternak piaraannya secara mandiri," kata Obet.
Ia mengatakan pemerintah Kabupaten Kupang telah menetapkan biaya vaksinasi ternak sapi sebesar Rp25.000/ekor. Namun para peternak menilai biaya vaksin itu terlalu mahal.
"Pemeritah telah menghitung biaya vaksin semurah mungkin agar bisa menjangkay peternak di daerah ini. Biaya Rp25.000 per ekor sangat murah, namun bagi para peternak dinilainya terlalu mahal," ujarnya.
Menurut dia, kematian ternak yang terjadi secara sporadis di daerah ini dapat diantisipasi melalui vaksin, agar ternak terhindar dari penyakit diare.
"Pola peternakan yang dilakukan di Kabupaten Kupang masih tradisional sehingga rawan tertular penyakit diare," ujarnya.
Ia menyarankan para peternak dapat mengkandangkan ternaknya agar memudahkan pemantauan dilakukan petugas kesehatan hewan dalam mendeteksi dini penyakit yang sedang terjadi .
Pewarta : Bennidiktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
