Logo Header Antaranews Kupang

Satu personel RI di UNIFIL gugur di tengah konflik Hizbullah dan Israel

Senin, 30 Maret 2026 10:48 WIB
Image Print
Prajurit Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL berada di atas geladak utama kapal perang KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Kolinlamil, Jakarta, Minggu (1/2/2026). Dalam misinya, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL telah melakukan 33 kali on task meliputi 70 persen patroli di Laut Mediterania serta menjalankan naval diplomacy melalui latihan bersama dengan berbagai angkatan laut asing sebanyak 150 kali. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.

Jakarta (ANTARA) - Seorang personel Indonesia yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur di tengah konflik antara kelompok Hizbullah dan Israel.

Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui platform X pada Senin (30/3).

"Saya mengecam keras insiden pada Minggu di mana seorang penjaga perdamaian asal Indonesia di UNIFIL terbunuh di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah," katanya.

Guterres juga menyebutkan bahwa seorang personel UNIFIL asal Indonesia lainnya mengalami luka parah dalam peristiwa itu.

Ia menyampaikan duka cita kepada bangsa Indonesia, khususnya keluarga dan rekan korban, dan menyatakan harapan agar personel yang terluka bisa segera pulih.

Menurut Guterres, insiden tersebut merupakan bagian dari rentetan kejadian yang membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

"Saya menyerukan semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional serta memastikan keselamatan personel dan properti PBB setiap saat," katanya.

Ketegangan terus meningkat di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.
Iran lalu melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah wilayah yang menampung aset militer AS di kawasan tersebut.

Konflik meluas ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah ikut melancarkan serangan ke sejumlah target militer di Israel.

Serangan balasan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Lebanon dan melukai ribuan lainnya.

Insiden di perbatasan Israel-Lebanon juga menelan korban dari kalangan personel UNIFIL dari berbagai negara.

Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menegaskan bahwa keselamatan personel Kontingen Garuda tetap menjadi prioritas.

"Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat perkembangan situasi serta dampaknya terhadap Kontingen Garuda," kata kementerian tersebut dalam keterangannya pada 14 Maret.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Personel RI di UNIFIL gugur di tengah konflik Hizbullah dan Israel



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026