Logo Header Antaranews Kupang

Survei: Perempuan RI dahulukan keluarga ketimbang kesehatan pribadi

Sabtu, 11 April 2026 10:04 WIB
Image Print
Seorang ibu sedang mengendong dan mencium bayinya. ANTARA/Ho
Perempuan menghadapi tekanan berlapis, terutama dalam konteks sandwich generation,

Kupang (ANTARA) - Survei Sun Life menjelang Hari Kartini 2026 menunjukkan mayoritas perempuan Indonesia masih menempatkan kebutuhan keluarga di atas kesehatan serta kesiapan finansial pribadi.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu mengatakan kondisi ini mencerminkan besarnya peran perempuan dalam menjaga stabilitas keluarga, meski kerap diiringi pengorbanan pribadi.

“Perempuan menghadapi tekanan berlapis, terutama dalam konteks sandwich generation, yakni harus menanggung kebutuhan anak sekaligus orang tua,” katanya.

Dalam hasil survei tersebut, sebanyak 57 persen responden mengaku pernah menunda atau mengabaikan perawatan medis demi memenuhi kebutuhan anak maupun orang tua lanjut usia.

Selain itu, 82 persen perempuan mengurangi pengeluaran untuk rekreasi, 30 persen membatasi peluang investasi, dan 28 persen menunda tabungan pensiun.

Survei juga mencatat sebanyak 96 persen perempuan memperkirakan akan mendukung perawatan orang tua, namun hanya 26 persen yang telah menyisihkan sedikitnya 10 persen pendapatan untuk kebutuhan tersebut.

Kondisi tersebut berdampak pada fenomena “triple penalty”, yakni tekanan pada aspek keuangan, karier, dan perawatan diri.

Baca juga: Survei Sun Life: Kesenjangan kesiapan pensiun melebar di Indonesia
Baca juga: Program Kartini mendorong kemandirian ekonomi keluarga pengemudi taksi Bluebird

Sebanyak 59 persen responden menyatakan tanggung jawab pengasuhan menghambat keamanan finansial, sementara 47 persen mengaku terdampak pada karier serta kemampuan merawat diri.

Di sisi lain, perempuan memiliki peran dominan dalam pengambilan keputusan keuangan rumah tangga. Sebanyak 62 persen responden menjadi pengambil keputusan akhir, bahkan mencapai 92 persen pada perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Meski demikian, hanya 13 persen perempuan yang melibatkan penasihat keuangan profesional dalam mengelola keuangan.

Survei juga menunjukkan bahwa meskipun 63 persen perempuan merasa kondisi finansial mereka lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, hanya 19 persen yang merasa sangat siap menghadapi risiko finansial tak terduga.

Riset ini melibatkan 3.001 responden di enam negara Asia pada Januari 2026, termasuk Indonesia, guna memotret tantangan serta perilaku perempuan dalam membangun ketahanan finansial jangka panjang.



Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026