
Pertamina mendorong ekonomi sirkular berbasis bank sampah di Kota Kupang

Kupang (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Bank Sampah Kampung Berseri (Bersih, Sehat, Asri) untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi di Kupang, Rabu, mengatakan peluncuran program bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 itu menyasar empat kelurahan yang ada di Kota Kupang.
“Empat kelurahan itu ,yakni Penfui, Maulafa, Pasir Panjang, dan Oesapa, dengan menggandeng Bank Sampah Mutiara Timor sebagai mitra pelaksana,” katanya.
Dia menjelaskan, melalui program Kampung Berseri bersama AFT El Tari, hadir untuk mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan warga secara mandiri.
Ia mengatakan program tersebut dikembangkan sebagai solusi terhadap persoalan sampah domestik perkotaan melalui pemanfaatan sampah organik dalam sistem ekonomi sirkular terpadu.
Menurut dia, pendekatan itu dirancang untuk menciptakan sistem siklus tertutup (closed-loop system) sehingga volume sampah dapat ditekan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kerangka kerja program ini dirancang secara sirkular untuk melindungi ekosistem dari pencemaran, membuka peluang usaha baru, mendorong partisipasi aktif warga, serta meningkatkan higienitas lingkungan demi kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” ujarnya.
Program Kampung Berseri juga diperkuat melalui pengembangan kapasitas kelembagaan dan edukasi publik yang menyasar 25 karyawan dan 100 nasabah aktif Bank Sampah Mutiara Timor.
Pendampingan dilakukan melalui pelatihan tata kelola kelembagaan, manajemen operasional, pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta bantuan sarana pendukung operasional.
Selain itu, edukasi lingkungan dilakukan melalui roadshow “Ubah Sampah Jadi Berkah” di kawasan permukiman warga dan program “Bank Sampah Goes to School” untuk meningkatkan literasi lingkungan di kalangan pelajar.
Ketua Bank Sampah Mutiara Timor Meilsi Mansula mengatakan kolaborasi tersebut memberikan dorongan baru bagi pengembangan pengelolaan sampah di Kota Kupang.
“Tantangan sampah di Kota Kupang sangat besar, namun dengan integrasi ke sektor peternakan ayam dan kebun organik, sampah tidak lagi menjadi beban melainkan berkah yang mendatangkan pendapatan tambahan,” katanya.
Ia menambahkan, pelatihan kelembagaan dan K3 yang diberikan menjadi modal penting bagi pengurus dan nasabah bank sampah dalam mengelola lingkungan secara profesional dan mandiri.
Program itu juga melibatkan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Kupang serta pemerintah kelurahan setempat guna memperkuat pengelolaan sampah berbasis zero waste dan ekonomi hijau di daerah tersebut.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
