
BPS: Ekonomi NTT tumbuh 5,32 persen pada triwulan I 2026

Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada triwulan I tahun 2026 tumbuh 5,32 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ekonomi Provinsi NTT pada triwulan I tahun 2026 tumbuh sebesar 5,32 persen secara year on year, namun mengalami kontraksi sebesar 4,97 persen secara quarter to quarter dibanding triwulan IV tahun 2025,” kata Kepala BPS Provinsi NTT Matamira B. Kale di Kupang, Rabu.
Ia menjelaskan selama periode 2022 hingga 2025, laju pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan I belum mencapai 5 persen. Sementara pada triwulan I-2026, pertumbuhan tahunan mencapai 5,32 persen yang menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir.
Adapun lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi NTT yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 28,34 persen, administrasi pemerintahan 14,01 persen, perdagangan besar dan eceran 13,37 persen, konstruksi 9,07 persen, serta jasa pendidikan 8,86 persen.
“Bila dilihat dari penciptaan pertumbuhan ekonomi NTT triwulan I-2026, tiga lapangan usaha dengan kontribusi tertinggi adalah administrasi pemerintahan sebesar 1,39 persen, pertanian, kehutanan, serta perikanan sebesar 0,90 persen, dan konstruksi sebesar 0,82 persen,” tambahnya.
Matamira juga menjelaskan struktur ekonomi NTT pada triwulan tersebut masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi konsumsi rumah tangga sebesar 64,43 persen.
Adapun sumber pertumbuhan ekonomi NTT secara tahunan pada triwulan I-2026 terbesar berasal dari sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 1,39 persen, diikuti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,90 persen, serta konstruksi sebesar 0,82 persen.
Pada kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan, pertumbuhan tercatat sebesar 3,33 persen (yoy).
“Peningkatan ini didorong oleh naiknya produksi hortikultura serta jasa pertanian. Namun, secara quarter to quarter, kategori ini mengalami kontraksi 2,51 persen akibat penurunan produksi padi, ekspor ternak, serta berkurangnya aktivitas nelayan karena faktor cuaca,” katanya.
Sementara itu, kategori perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 4,27 persen (yoy).
“Pertumbuhan ini didorong oleh aktivitas selama Ramadhan, perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Nyepi, dan Paskah, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendorong produksi sektor perdagangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, untuk kawasan Bali dan Nusa Tenggara (Bali Nusra), perekonomian NTT pada triwulan I-2026 berkontribusi sebesar 21,93 persen.
Kontribusi terbesar masih berasal dari Provinsi Bali sebesar 47,6 persen, yang menunjukkan perekonomian kawasan ini masih terkonsentrasi di Bali.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
