Dibangun tempat peristirahatan untuk wisatawan di Tesbatan

id wisata tesbatan

Lokasi wisata air terjun Tesbatan di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

Kawasan wisata air terjun Tesbatan, sekitar 70 km arah timur Kota Kupang itu merupakan salah satu lokasi wisata di Kabupaten Kupang yang telah menjadi lokasi tujuan wisata bagi warga Kota Kupang pada hari libur.
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur segera membangun tempat peristirahatan bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara yang datang berwisata ke lokasi air terjun Tesbatan di Kecamatan Amarasi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang Pieter Ch Sabaneno ketika dihubungi di Oelamasi, Senin (8/7) mengatakan hal itu terkait penataan fasilitas dalam lokasi wisata Air terjun Tesbatan yang mulai dikunjungi wisatawan saat hari libur.

Ia mengatakan, kawasan wisata air terjun Tesbatan, sekitar 70 km arah timur Kota Kupang itu merupakan salah satu lokasi wisata di Kabupaten Kupang yang telah menjadi lokasi tujuan wisata bagi warga Kota Kupang pada hari libur.

"Pemerintah Kabupaten Kupang pernah membangun fasilitas lopo di lokasi wisata Tesbatan namun sudah dalam kondisi rusak sehingga perlu diperbaiki kembali," kata Pieter Sabaneno.

Fasilitas dalam kawasan itu seperti lopo dan WC serta tempat ganti pakaian bagi wisatawan semuanya dalam kondisi rusak. "Pembangunan berbagai fasilitas itu tentu dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah ini," ujar Pieter Sabaneno.

Menurut dia, salah satu kendala dalam pembangunan sarana dan prasarana wisata air terjun Tesbatan yaitu infrastruktur jalan yang belum memadai sehingga wisatawan yang datang berkunjung masih terbatas.

Ia mengatakan, apabila didukung fasilitas jalan yang baik maka wisatawan akan banyak beriwisata ke Tesbatan yang memiliki panorama alam yang indah dan udara yang dingin.

Baca juga: Dinas Pariwisata identifikasi 1.181 objek wisata di NTT
Baca juga: Alor gencar promosikan destinasi wisata unggulan untuk meraup wisatawan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar