Logo Header Antaranews Kupang

76 Orang Terserang Diare

Kamis, 2 Maret 2017 11:18 WIB
Image Print
Pasien diare yang tengah menjalani perawatan di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang
"Banyaknya pasien diare akibat pola makan yang tidak teratur dan cuaca yang kurang baik selama dua bulan terakhir," kata Dominikus Minggus Mere.

Kupang (Antara NTT) - Sebanyak 76 orang terserang diare akibat perubahan cuaca dan pola makan yang tidak teratur, dan saat ini sedang dirawat di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.

"Banyaknya pasien diare akibat pola makan yang tidak teratur dan cuaca yang kurang baik selama dua bulan terakhir," kata Direktur RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang Dominikus Minggus Mere di Kupang, Kamis.

Saat ini diare mulai merebak di Kota Kupang serta di beberapa kabupaten seperti Kabupaten Kupang dan sekitarnya.

Ia menjelaskan jumlah pasien diare yang dirawat di RSUD Prof Dr WZ Johannez tersebut terbilang lebih banyak dari jumlah pasien yang lainnya.

"Sejumlah pasien yang menderita diare, kebanyakan adalah pasien yang dirujuk oleh puskesmas-puskemas di Kota Kupang dan sekitarnya karena memang mereka tidak mampu menanggani penyakit tersebut," tuturnya.

Namun dari 76 pasien yang dirawat tersebut, sebagian sudah diijinkan untuk pulang, dan selebihnya masih dirawat untuk pemulihan sakit yang dideritanya.

Ia pun mengimbau masyarakat Kota Kupang, khususnya seluruh masyarakat NTT untuk menjaga pola makan dengan baik dan benar.

Sebab di saat-saat seperti musim pancaroba berbagai penyakit dapat menyerang jika ketahanan tubuh seseorang tidak dijaga dengan baik.

Sementara itu bagian promosi kesehatan Puskesmas Oesapa Elisabeth Ritan mengatakan Puskesmas tersebut justru setiap tahun selalu menjadi langganan menerima pasien yang menderita Diare.

Namun yang paling banyak adalah penyakit ISPA yang setiap tahunnya bisa mencapai 500 pasien.

"Jika tidak bisa ditangani di puskesmas kami, maka kami rujuk ke RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang," katanya.

Ia juga mengaku memang cuaca buruk dan perubahan cuaca saat ini akan sangat mudah menyerang setiap masyarakat yang tidak bisa menjaga kondisi tubuhnya.

Oleh karena itu ia mengimbau agar masyarakat Kota Kupang bisa lebih menjaga pola makan, beristirahat yang cukup agar tidak mudah terserang berbagai penyakit.


Meningkat
Sementara itu, penderita diare di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Februari tercatat 35 kasus atau meningkat dibandingkan Januari 2017 sebanyak 20 kasus.

"Kasus diare mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Setiap hari petugas kesehatan menangani 5-6 kasus jika sebelumnya hanya dua kasus diare yang ditangani petugas medis," kata Kepala Puskesmas Naibonat, Adriana Bety di Oelamasi, Rabu (1/3).

Ia mengatakan, peningkatan kasus diare terjadi karena kondisi pemukiman warga tergenang air banjir, cuaca yang dingin serta faktor makanan yang menjadi pemicu terjadinya diare.

Penderita diare itu pada umumnya anak-anak dan balita yang hanya melakukan rawat jalan karena masih dapat ditangani petugas medis di Puskesmas.

"Belum ada pasien diare ini yang dirujuk ke RSUD Naibonat," kata Adriana Bety.

Pasien yang datang berobat ke Puskesmas Naibonat pada umumnya merupakan warga asal Timor Timur yang telah beralih status sebagai warga negara Indonesia.

Adriana Bety mengimbau warga yang tinggal di pemukiman padat penduduk untuk memperhatikan secara serius kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit diare.

"Jika ada gejala awal seperti sakit perut berkepanangan, mual serta muntah dan demam tinggi segera ke rumah sakit atau Puskesmas untuk mendapat perawatan," kata Adriana Bety.

Ia mengharapkan masyarakat di daerah ini jika mengalami gejala seperti itu segera berobat ke rumah sakit agar dapat diantisipasi secara dini sebelum sakit diare menjadi lebih akut.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026