Krisis air bersih landa ribuan KK di TTS

id soe tts kekeringan bupati tts

Warga TTS sedang antre untuk mendapatkan air bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTS. (ANTARA/HO-Humas BPBD TTS)

Sebanyak 7.494 KK (29.398 jiwa) penduduk Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara TimurĀ  saat ini mengalami krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah itu.
Kupang (ANTARA) - Sebanyak 7.494 kepala keluarga (KK) atau 29.398 jiwa penduduk Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur  saat ini mengalami krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah itu.

Bupati Timor Tengah Selatan, Epy Tahun yang dikonfirmasi ANTARA melalui telepon genggam dari Kupang, Jumat (6/9), mengakui, kekeringan hebat telah melanda wilayah itu selama empat bulan terakhir ini. Kondisi ini telah mengakibatkan puluhan ribu penduduk daerah itu mengalami kesulitan air bersih.

"Proses pendataan baru selesai dilakukan dan saat ini sudah mulai dilakukan penanganan dengan mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang mengalami kesulitan air," katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan laporan sementara, penduduk yang terkena dampak kekeringan ini sekitar 30 ribu jiwa, dan kemungkinan masih terus bertambah karena petugas masih terus melakukan pendataan. Penduduk ini tersebar di 34 desa dan 12 kecamatan di wilayah dengan penduduk terpadat di provinsi berbasis kepulauan itu, katanya.

Baca juga: NTT diambang siaga kekeringan

Ke-12 kecamatan yang terkena dampak kekeringan itu adalah Amanuban Timur, Nunkolo, Kuanfatu, Amanuban Selatan, Kuatnana, Oenino, Ki'E, Amanatun Selatan, Fautmolo, Amanatun Tengah, Noebeba dan Fatukopa.

Menurut diaa, penduduk desa yang terkena dampak kekeringan paling banyak terdapat di Kecamatan Kuanfatu yakni berjumlah 4.514 jiwa, tersebar di empat desa yakni Desa Basmuti, Lasi, Oehan dan Desa Neobeba, Kecamatan Amanatun Selatan yakni 3.707 jiwa, tersebar di tiga desa yaitu Desa Oekiu, Enonetien dan Desa Pollo.

Dan ketiga di Kecamatan Amanatun berjumlah 3.325 jiwa tersebar di lima desa yakni Desa Mauleun, Billa, Seini, Pisan dan Desa Tliu.

Mengenai penanganan, Bupati Epy Tahun mengatakan, saat ini sedang dilakukan penanganan dengan pendropingan air ke desa-desa, yang dilakukan hingga malam hari. 

Baca juga: Warga Lembata kesulitan air bersih akibat kekeringan
Baca juga: Tiga kecamatan dalam status awas kekeringan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar