Logo Header Antaranews Kupang

Pelni Operasikan Kapal Ternak

Selasa, 7 Maret 2017 12:38 WIB
Image Print
Kepala PT Pelni Cabang Kupang Adrian
"Penunjukan PT Pelni itu dilakukan pada 24 Februari 2017, setelah dua kali gagal lelang karena hanya ada peserta tunggal yakni PT Pelni," kata Richard Djami.

Kupang (Antara NTT) - Kementerian Perhubungan telah menunjuk PT Pelni untuk melanjutkan pengelolaan kapal ternak Cemara Nusantara I, yang selama ini digunakan untuk mengangkut ternak dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Pulau Jawa.

"Penunjukan PT Pelni itu dilakukan pada 24 Februari 2017, setelah dua kali gagal lelang karena hanya ada peserta tunggal yakni PT Pelni," kata Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Timur Richard Djami di Kupang, Selasa.

"Kapal sudah beroperasi kembali. Kalau saya tidak salah, kapal sudah satu kali mengangkut ternak ke Pulau Jawa pekan lalu," katanya.

Kepala PT Pelni Cabang Kupang Adrian yang dikonfirmasi secara terpisah mengakui penunjukan PT Pelni sebagai pengelola pada 24 Februari 2017 setelah proses tender gagal mendapatkan pemenang.

Adrian bahkan menyebutkan, menganggurnya kapal tersebut selama dua bulan membuat Menteri Perhubungan sempat geram.

Karena itu, Kementerian Perhubungan meminta PT Pelni untuk mengoperasikan dulu kapal itu sampai ada penetapan pemenang lelang.

Mengenai penunjukan langsung, dia mengatakan, belum ada peraturan presiden tentang penunjukan langsung pengelolaan kapal ternak ini, sehingga tetap harus melalui mekanisme lelang umum.

Namun sejak lelang dibuka Kementerian Perhubungan, hanya PT Pelni saja yang mendaftarkan diri. Tidak ada perusahaan lain yang berminat untuk mengelola kapal tersebut, sehingga lelang dinyatakan batal.

"Dua kali lelang hanya PT Pelni saja yang mendaftar. Aturannya harus lelang ulang lagi tetapi karena kapal sudah menganggur selama dua bulan, dan dari daerah sudah mengeluh, pak Dirjen Perhubungan Laut perintahkan Pelni untuk jalankan saja kapal ini sampai ada penetapan pemenang lelang," katanya.

Menurut dia, PT Pelni sama sekali tidak keberatan karena sudah berpengalaman mengelola kapal ini pada tahun 2016 lalu.

Dia mengatakan kapal sudah satu kali mengangkut ternak sapi pekan lalu dan diperkirakan tiba di Pulau Jawa dalam satu atau dua hari ke depan.

"Jumlah ternak sapi yang diangkut sebanyak 500 ekor atau sesuai dengan kapasitas angkutan kapal," katanya.


Ke Waingapu
Adrian menegaskan, kapal ternak Cemara Nusantara I, tetap menyingahi pelabuhan Waingapu, Sumba Timur untuk mengangkut ternak dari Pulau Sumba.

"Informasi itu tidak benar. Kapal ternak tidak mengubah rute pelayaran. Kapal tetap singgah di Pelabuhan Waingapu untuk mengangkut ternak yang dikumpulkan pengusaha dari seluruh daratan Pulau Sumba," katanya menegaskan.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan keluhan para pengusaha dari Pulau Sumba karena kapal pengangkut ternak sudah tidak lagi menyinggahi Waingapu selama lebih dari dua bulan terakhir ini.

"Bahkan pada pelayaran pekan lalu, kapal tersebut hanya mengangkut ternak dari Pelabuhan Tenau Kupang dan langsung menuju Jakarta," kata Agus Umbu, seorang pengusaha ternak asal Pulau Sumba itu.

Adrian menjelaskan, Kementerian Perhubungan baru menunjuk PT Pelni untuk mengelola kapal ternak Cemara Nusantara I, pada 24 Februari 2017 lalu.

"Sejak Januari-Februari 2017 memang kapal tidak beroperasi karena belum ada perusahan yang ditetapkan sebagai pemenang lelang untuk mengelola kapal ternak ini. Jadi tidak ada kapal ternak yang singgah Waingapu," katanya.

Dia mengatakan, kapal ternak baru melakukan pelayaran pertama dalam tahun 2017 pada pekan lalu, namun tidak menyingahi Waingapu, Sumba Timur karena setelah dilakukan komunikasi, Sumba Timur belum siap.

"Kuota angkutan sesuai dengan kapasitas kapal 500 ekor. Kita sudah bagi, 400 ekor dari Pelabuhan Tenau Kupang dan 100 ekor dari Waingapu. Pada pelayaran pertama, Waingapu belum siap, sehingga kapal tidak singah," katanya.

Karena itu, kuota 500 ekor tetap dipenuhi dari Kupang, sesuai dengan kapasitas angkut kapal, katanya menjelaskan.

Dia mengatakan, pada trip dua nantinya, kapal akan menyinggahi pelabuhan Waingapu, jika para pengusaha sudah menyiapkan ternak untuk diangkut.

"Jadi rute pelayaran kapal ternak ini tidak ada perubahan. Kapal dari Pelabuhan Tenau Kupang akan menyinggahi Pelabuhan Waingapu untuk memenuhi kuota sesuai dengan kapasitas angkut kapal," kata Adrian.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026