KM Camara Nusantara singgahi Atapupu dan Wini

id Kapal Ternak

KM Camara Nusantara singgahi Atapupu dan Wini

Kapal Ternak KM Cemara Nusantara 5 berlabuh di pelabuhan Tenau Kupang, NTT, Senin (6/8). Kementerian Perhubungan menambah dua kapal ternak yakni Cemara Nusantara 2 dan KM. Nusantara 5 yang operatornya adalah PT. ASDP untuk membantu pengangkutan sapi yang didistribusikan ke sejumlah daerah mengingat permintaan sapi dari NTT terus meningkat. (Antara Foto/Kornelis Kaha)

KM Camara Nusantara V menyinggahi pelabuhan Atapupu dan Wini di wilayah perbatasan RI-Timor Leste untuk mengangkut ternak sapi ke daerah lain di Indonesia..
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala PT ASDP (Persero) Cabang Kupang Burhan Z mengatakan kapal ternak KM. Camara Nusantara 5 yang baru beroperasi di NTT akan menyinggahi pelabuhan Atapupu dan Wini di perbatasan Indonesia-Timor Leste.
   
"KM. Camara Nusantara V adalah salah satu kapal ternak yang diberikan oleh pemerintah untuk mengangkut sapi dari NTT ke beberapa daerah di Indonesia," katanya kepada wartawan di Kupang, Senin (6/8).
   
Sebelumnya Kementerian Perhubungan menambahkan dua kapal ternak kepada masyarakat NTT setelah sebelumnya sudah ada dua kapal ternak yang dioperasikan di provinsi berbasis kepulauan itu.
   
Dua kapal ternak yang ditambahkan itu adalah KM. Camara Nusantara II dan KM. Camara Nusantara V yang operatornya dipercayakan kepada pihak PT. ASDP.
   
Burhan mengatakan, rute sebenarnya dari kapal CN V tersebut adalah Kupang-Wini-Atapupu-Samarinda-Celukan Bawang di Denpasar Bali.

 Baca juga: NTT antarpulau 28.828 ternak sapi  

"Dengan menyinggahi pelabuhan Wini dan Atapupu maka peternak di kawasan perbatasan akan sangat terbantu untuk pengiriman sapi, apalagi harga pengiriman sapi dengan kapal ternak masih lebih murah dibandingkan dengan pengiriman sapi menggunakan kapal barang," tambahnya.
   
Disamping kapal ternak CN V, kapal ternak CN II juga akan menyinggahi dua pelabuhan perbatasan tersebut, namun rutenya tidak sama dengan CN V.
   
"Kalau CN V rutenya ke Samarinda dan Celukan Bawang, kalau CN II rute terakhirnya di Jakarta kemudian kembali lagi ke Kupang," tambahnya.
   
Bupati Belu, Willy Lay dihubungi dari Kupang mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi peran pemerintah dalam membantu masyarakat khususnya para peternak sapi di kawasan perbatasan itu.
   
"Dengan adanya dua kapal itu, maka tentu peternak kita akan sangat senang, karena selain harganya murah sapi yang dikirim juga memiliki tempat yang layak selama dikirim ke tempat tujuan," ujarnya.
   
Oleh karena itu ia berharap, peternak-peternak sapi di daerah itu dapat memanfaatkan bantuan pemerintah itu dengan baik. Salah satu caranya adalah terus memasok sapi ke daerah lain, tetapi juga tetap menjaga populasi sapi di daerah tersebut.

Baca juga: Daya tampung kapal ternak capai 500 ekor
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar