Kupang (Antara NTT) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera membangun fasilitas pendingin ikan atau "cold strage" di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Oeba, Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Minggu lalu kita sudah didatangi petugas KKP untuk meninjau lokasinya dan fasilitas "cold storage" itu dibangun tahun ini," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Ganef Wurgiyanto saat dihubungi Antara di Kupang, Selasa.
Mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP NTT itu menjelaskan, "cold storage" yang dibangun tersebut berkapasitas 200 ton yang disertai pula dengan pembangunan fasilitas pendukung usaha kuliner di Oeba.
Menurutnya, selama ini pemerintah setempat belum memiliki "cold storage" sehingga aktivitas pendinginan hasil tangkapan ikan dari nelayan mengandalakan fasilitas yang dimiliki swasta.
Untuk itu, adanya "cold storage" milik pemerintah itu dibangun agar bisa menampung ikan-ikan limpahan dari nelayan kecil dan bisa dijual kembali pada saat musim-musim kekurangan ikan.
"Kalau ikannya tangkapannya banyak maka tidak rusak dan nelayan hanya membayar penggunaan fasilitas penyimpanan di "cold strage" dengan biaya terjangkau," katanya.
Ia mengatakan, fasilitas yang dibangun itu nantinya akan dikelolah pemerintah provinsi melalui DKP yang bisa dikerjasamakan dengan koperasi atau pihak swasta.
Menurut Ganef, pembangunan "cold storage" tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat melalui KKP dalam pengembangan sektor perikanan tangkap di NTT yang memiliki potensi besar.
Selain "cold storage", lanjutnya, sentuhan bantuan pusat juga berupa fasilitas kapal nelayan yang disertai dengan peralatan tangkap ramah lingkungan.
Ia mencontohkan, penyaluran bantuan yang sudah disalurkan untuk nelayan di Pulau Rote sebanyak 10 kapal berkapasitas 10 gross tonnage (GT) dan 55 kapal 5 GT disertai alat tangkap.
"Alokasi bantuan baik dari pusat maupun daerah tetap ada dengan persyarakat nelayan penerima bantuan merupakan anggota koperasi dan memiliki kartu nelayan," katanya.

