Logo Header Antaranews Kupang

Sensus Ekonomi Digelar Agustus-September 2017

Rabu, 24 Mei 2017 15:56 WIB
Image Print
Kepala BPS NTT Maritje Pattiwalapia
"Pada Agustus sampai September 2017, BPS akan melakukan Sensus Ekonomi 2016 lanjutan untuk mengetahui potensi ekonomi daerah di luar sektor pertanian," kata Maritje Pattiwalapia.

Kupang (Antara NTT) - Sensus ekonomi lanjutan khusus untuk Usaha Mikro Kecil dan Usaha Menengah Besar (UMK-UMB) digelar lagi oleh Badan Pusat Statistik pada Agustus hingga September 2017 dengan tujuan mengetahui potensi ekonomi daerah di luar sektor pertanian.

"Pada Agustus sampai September 2017, BPS akan melakukan Sensus Ekonomi 2016 lanjutan dan dikhususkan pada Usaha Mikro Kecil (UMK) dan Usaha Menengah Besar (UMB) dengan tujuan untuk mengetahui potensi ekonomi daerah di luar sektor pertanian," kata Kepala BPS NTT Maritje Pattiwalapia di Kupang, Rabu.

Sensus ekonomi (SE) lanjutan dari sensus pertama yang digelar hingga Juni 2016 itu juga untuk menetapkan indikator rencana pembangunan baru yakni indikator ekonomi kreatif, pariwisata, kemaritiman, sumber daya air dan kekerasan terhadap perempuan.

"Karena sensus ini cakupannya luas dan mendalam maka jajaran BPS terutama yang terlibat langsung dalam kegiatan sensus itu dituntut untuk bekerja keras dan fokus, sehingga tujuannya tercapai," katanya.

Selain itu katanya seluruh jajaran BPS Provinsi maupun Kabupaten/Kota diharapkan agar memperkuat kualitas data dengan melakukan verifkasi data dari petugas lapangan.

Untuk maksud tersebut (memperkuat kualitas data), maka selama empat hari pada April 2017 terhitung tanggal 4-7 April 2017 digelar Rapat Teknis Daerah (Ratekda).

Tujuan dari Rapat Teknis tersebut yakni untuk mengkoordinasikan pelaksanaan lanjutan Sensus Ekonomi Tahun 2016, melakukan evaluasi atas kegiatan BPS Tahun 2016 dan rencana kerja tahun 2017 serta merumuskan percepatan perbaikan budaya kerja di lingkup BPS se-NTT.

"Kami berharap Rapat Teknis Daerah (Ratekda) ini mampu memberikan sumbangsih yang berarti bagi pemerintah daerah, dalam mengetahui perkembangan daerahnya," katanya.

Data itu juga katanya dapat menjadi pijakan dalam mengimplementasikan visi dan misi para kepala daerah untuk membangun daerahnya, tandasnya.

BPS secara nasional pada 1-30 Mei 2016 menggelar Sensus ekonomi mendata seluruh aktivitas ekonomi yang tersebar di 17 sektor yang ada di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur kecuali sektor pertanian.

Sensus pertama itu tujuannya, untuk mendapatkan potret utuh perekonomian bangsa sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.

Berikut pendataan seluruh sektor usaha secara menyeluruh (selain sektor pertanian) akan mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur sektor ekonomi nonpertanian, berikut informasi dasar dan karakteristiknya.

Kegiatan seperti ini (Sensus Ekonomi) sebelumnya juga sudah dilaksanakan empat kali sejak tahun 1986, 1996, 2006 dan 2016 dan nanti Agustus 2017.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026