Logo Header Antaranews Kupang

Pemuda Sumba Timur tengelam di embung

Jumat, 1 Mei 2020 08:09 WIB
Image Print
Tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang yang berada di Pos SAR Waingapu, Kabupaten Sumba Timur sedang melakukan pencarian terhadap korban tengelam di Embung (Antara/HO - Basarnas Kupang)
Tim SAR masih melakukan penyisiran dan penyelaman ke dalam embung untuk mencari korban.

Kupang (ANTARA) - Huki Landu Jamma (38), seorang warga di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan tengelam di Embung Habu Mberawurang ketika sedang memancing ikan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang Emi Friezer yang dihubungi di Kupang, Kamis (30/4) membenarkan adanya peristiwa tengelamnya seorang Sumba Timur di Embung Habu Mberawurang.

Ia mengatajan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang menerima informasi tentang adanya peristiwa itu pada pada Rabu (29/4/2020) pukul 12.45 wita atau enam jam setelah peristiwa berlangsung.

Baca juga: Nelayan yang hilang di Kupang ditemukan meninggal
Baca juga: Tiga warga Rote Ndao diselamatkan SAR Kupang di Pukuafu

Tim SAR di Pos SAR Waingapu, kata dia, beranggotakan delapan orang langsung digerakkan ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di Embung Habu Mberawurang.

"Operasi pencarian hari pertama pada Rabu (29/4) tidak membuahkan hasil sehingga operasi pencarian dilanjutkan pada hari kedua Kamis (30/4)," ujarnya.

Ia mengatakan, tim SAR gabungan terdiri dari unsur TNI, Kepolisian serta warga Pahungalodo masih terus melakukan pencarian terhadap korban di lokasi kejadian.

Selain itu, kata dia, anggota anggota BPBD Sumba Timur dan petugas medis dari wilayah Pahungalodo juga dilibatkan dalam operasi SAR pencarian terhadap Huki Landu Jamma.

Baca juga: Basarnas Maumere berhasil evakuasi puluhan penumpang KM Citrawati

"Tim SAR masih melakukan penyisiran dan penyelaman ke dalam embung untuk mencari korban yang masih belum ditemukan itu ," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026