KPU deklarasi kampanye damai Pilkada Serentak di NTT

id kampanye damai,pilkada ntt,ntt

KPU deklarasi kampanye damai Pilkada Serentak di NTT

Ilustrasi Pilkada serentak 2020. ANTARA/HO

Deklarasi dilaksanakan serentak di tujuh dari sembilan kabupaten yang melaksanakan Pilkada Serentak di NTT yakni Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu, d
Kupang (ANTARA) - KPUD NTT, Jumat menggelar deklarasi kampanye damai Pilkada Serentak 2020, sekaligus penandatanganan pakta integritas bagi pasangan calon peserta Pilkada Serentak 2020 di Nusa Tenggara Timur.

"Deklarasi dilaksanakan serentak di tujuh dari sembilan kabupaten yang melaksanakan Pilkada Serentak di NTT yakni Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Malaka," kata Ketua KPU NTT, Thomas Dohu, di Kupang, Jumat (25/9).

Kegiatan itu untuk mengawali tahapan pelaksanaan kampanye pasangan calon yang dimulai Sabtu, 26 September hingga 5 Desember 2020.

Menurut dia, deklarasi ini sekaligus dilakukan penandatanganan pakta integritas kepatuhan terhadap protokol kesehtan pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Baca juga: Dua paslon Bupati-Wakil Bupati Belu lakukan ikrar kampanye damai
Baca juga: Dua cakada Manggarai deklarasi pemilu damai


Dohu berharap pasangan calon kepala daerah tidak menggelar pawai dan mengerahkan massa. "Harapan yang sama kami sampaikan agar jumlah yang hadir dalam deklarasi tersebut tetap dibatasi dan tidak ada pawai atau kegiatan yang mengerahkan massa," katanya.

Anggota Badan Pengawas Pemilu NTT, Jemris Fointuna, secara terpisah mengatakan, pihaknya mencatat temuan paslon membawa massa saat penarikan nomor urut. "Bawaslu berkoordinasi dengan polisi sehingga massa yang semula berniat ikut kedalam ruangan dapat dibubarkan," kata dia.

Temuan itu, lanjut Fointuna, terjadi di Kabupaten Malaka dan Kabupaten Sumba Timur.
 
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar