Wagub NTT minta semua hotel sediakan kopi lokal

id NTT,Wakil Gubernur NTT,Komoditi kopi,Tenun ikat

Wagub NTT minta semua hotel  sediakan kopi lokal

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi saat memberikan sambutan dalam kegiatan fokus grup diskusi terkait strategi pemulihan pariwisata NTT di Kupang, Selasa (20/10/2020) (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Saya mau supaya setiap hotel di NTT siapkan minuman kopi yang diproduksi dari NTT sendiri. Tentunya ini sangat baik karena tamu-tamu yang datang bukan hanya menginap tetapi bisa menikmati minuman kopi kita

Kupang (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi meminta agar semua hotel di provinsi setempat menyediakan kopi yang diproduksi masyarakat lokal untuk disuguhkan kepada para tamu.

“Saya mau supaya setiap hotel di NTT siapkan minuman kopi yang diproduksi dari NTT sendiri. Tentunya ini sangat baik karena tamu-tamu yang datang bukan hanya menginap tetapi bisa menikmati minuman kopi kita,” katanya di Kupang, Rabu, (21/10).

Ia mengatakan langkah seperti ini tidak hanya untuk mempromosikan pangan lokal namun juga untuk meningkatkan pendapatan petani kopi di daerah-daerah.

Nae Soi mengatakan pemerintah provinsi (pemprov) saat ini terus mendorong pariwisata NTT agar lebih dikenal masyarakat hingga tingkat mancanegara.

Oleh karena itu produk pangan lokal seperti komoditas kopi di berbagai daerah seperti Kopi Manggarai dari wilayah barat Pulau Flores, Kopi Lakmaras di Kabupaten Belu, Kopi Leworok di Kabupaten Flores Timur dan lainnya harus terus dipromosikan sebagai kekhasan yang dapat menarik minat kunjungan wisatawan.

Untuk itu, Nae Soi meminta agar pelaku usaha perhotelan di provinsi setepat agar menyediakan produk kopi lokal NTT untuk disuguhkan bagi tamu atau wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.

“Agar lebih dikenal masyarakat lokal maupun mancanegara maka produk pangan lokal harus terus dipromosikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nae Soi menambahkan produk lokal lain yang juga terus dipromosikan yakni kain tenun ikat tradisional yang dimiliki setiap daerah di NTT.

Baca juga: MPIG siapkan empat destinasi wisata suguhan kopi di Flores

Baca juga: Pemasaran kopi arabika Flores sebaiknya terintegrasi


Ia menyebutkan salah satu cara promosi yang dilakukan yakni mewajibkan setiap aparatur sipil negara menggunakan sarung adat setiap hari Selasa dan Jumat

“Upaya ini juga sebagai bentuk kecintaan terhadap produk budaya yang diwariskan para leluhur, di sisi lain juga mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar