
Para Nelayan Diimbau Waspadai Cuaca Buruk

"Kami sudah mengimbau agar para nelayan waspada, karena anginnya sangat kencang," kata Tini Thadeus..
Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengimbau kepada semua nelayan di NTT untuk mewaspadai cuaca buruk yang akhir-akhir ini terjadi di wilayah perairan itu yang berujung pada tenggelamnya kapal Motor Cahaya Putri Abadi.
"Kami sudah mengimbau agar nelayan-nelayan di Kupang dan seluruh nelayan di NTT untuk mewaspadai cuaca yang terjadi akhir-akhir ini akibat gelombang laut yang tinggi serta angin yang kencang," kata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Tini Thadeus saat ditemui di Kupang, Rabu.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi El Tari Kupang memberikan peringatan kepada armada pelayaran yang melintas di Selat Sape, antara Pulau Sumbawa dan Flores agar waspada, karena tinggi gelombangnya mencapai sekitar 2,5 meter.
Kemudian gelombang setinggi dua meter juga berpotensi terjadi di perairan selatan Pulau Rote, Kupang, dan Laut Timor, katanya dalam laporan peringatan dini cuaca di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.
"Beberapa waktu lalu saya terima laporan soal tenggelamnya kapal bermuatan sapi dan kuda dari NTT tenggelam di perairan Sulawesi dan juga beberapa kejadiannya lainya oleh karena itu saya berharap nelayan-nelayan kita bisa lebih berhati-hati," ujarnya.
Ia sendiri mengharapkan nelayan-nelayan NTT bisa mendengarkan larangan dari setiap instansi mulai dari BMKG serta pihak lain yang berhubungan dengan cuaca.
Di samping, kepada nelayan imbauan juga disampaikan kepada kapal-kapal penyeberangan jenis ro-ro milik PT.Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) yang sering beroperasi di NTT antar pulau.
Kepala ASDP pelabuhan Bolok Kupang, Arnoldus mengatakan, sampai sejauh ini pelayaran di wilayah NTT masih normal.
"Namun jika ada laporan dari BMKG bawa ada gelombang yang tinggi maka, kapalnya batal ntuk berlayar, dengan tujuan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 100 ternak asal NTT tersebut tenggelam bersamaan dengan kapal motor Cahaya Putri Abadi di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Minggu (20/11).
Tenggelamnya kapal tersebut mengakibatkan empat penumpangnya hilang yang sampai pada hari ini belum ditemukan juga keempat penumpang tersebut.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
