Logo Header Antaranews Kupang

Pilkada 2018 - Kasus Rabies perlu penanganan bersama

Selasa, 27 Maret 2018 04:50 WIB
Image Print
Calon Wakil Gubernur NTT Emelia Julia Nomleni. (Foto Antara/Kornelis Kaha)
Penanganan kasus rabies atau gigitan anjing gila di Pulau Flores harus ditangani secara bersama oleh semua elemen masyarakat setempat dengan pemerintah.

Kupang (AntaraNews NTT) - Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Emelia Julia Nomleni berpendapat penanganan kasus rabies atau gigitan anjing gila di Pulau Flores harus ditangani secara bersama oleh semua elemen masyarakat setempat dengan pemerintah.

"Penanganan kasus rabies tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi harus melibatkan semua elemen masyarakat seperti rohaniawan untuk menanggulangi secara bersama-sama," kata Emilia di Kupang, Senin (26/3).

Hal ini disampaikannya ketika ditanya pendapatnya terkait penanganan kasus rabies atau gigitan anjing gila yang hingga saat ini masih terus mewabah di Pulau Flores.

Rabies di Flores untuk pertama kalinya terjadi di Flores Timur pada 1997. Hingga saat ini, sudah tercatat 43.363 kasus gigitan anjing yang menyebabkan 252 warga Pulau Flores dan Lembata meninggal dunia.

Pada tahun 2017 saja, menurut catatan Dinas Kesehatan setempat, terdapat 10 warga Flores yang meregang nyawa akibat terkena virus rabies yang mematikan itu.

Baca juga: 24 Provinsi di Indonesia endemis rabies

Kasus gigitan anjing rabies di Flores kembali meningkat dalam dua tahun belakangan. Sebelumnya pada Jumat (23/3) pekan lalu Fransiskus Meze (12), siswa SD di Boawae, Kabupaten Nagekeo, meninggal dunia akibat digigit anjing.

Selain itu, dua siswa di Kabupaten Sikka, Flores juga meninggal dunia setelah digigit oleh seekor anjing yang sudah tertular virus rabies.

Menurut Emi pemerintah daerah harus mengintervensi dalam hal pencegahan maupun penanganan kasus ini, antara lain membuat karantina bagi anjing-anjing di wilayah itu agar wabahnya tidak meluas.

"Jika ada hewan piaraan yang terindikasi menularkan virus rabies, maka hewan itu dikarantinakan dulu. Juga dengan hewan yang sudah terjangkit. Kita karantinakan dulu," ujarnya..

Bila perlu, sambungnya, satu generasi anjing yang berpotensi menyebarkan virus rabies harus dikarantinakan dengan tujuan agar bisa memulai memelihara yang baru.

Baca juga: Pujiatmoko: Perlu kerja keras hilangkan rabies

"Jika kita melihat sebuah generasi anjing berpotensi besar menyebarkan virus rabies. Ekstrimnya, kita karantinakan dulu generasi itu. Lalu kita memulai yang baru, tentu dengan perawatan dan pencegahan yang lebih terkontrol," ujarnya.

Ia menambahkan jika karantina ini belum bisa dilakukan, Mama Emi menyangsikan Flores bisa terbebas dari rabies. Sebab, selama ini penanganan selalu memikirkan bagian hilir.

Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Timor Tengah Selatan jika boleh lakukan penanganan, namun perlu juga melakukan pencegahan dari awal.

Untuk itu, dia berharap masyarakat bisa ikut membantu dalam memberantas virus mematikan ini. "Minimal, mereka bisa merelakan hewan piaraan mereka diberi vaksin," ujarnya.

Lebih jauh, Mama Emi mengatakan, persoalan rabies ini tak kalah penting dari pembangunan infrastruktur yang selalu diharapkan terjadi di NTT.

"Walau infrastruktur itu penting, namun yang lebih penting adalah keselamatan dan kesehatan rakyat," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026