Logo Header Antaranews Kupang

Rp15 miliar buka keterisolasian Tanjung Bunga

Rabu, 4 April 2018 22:07 WIB
Image Print
Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli (kanan) sedang mendengar aspirasi dari salah seorang warga. (ANTARA Foto/dok)
Pemerintah Flores Timur telah mengalokasikan dana melalui APBD 2018 sebesar Rp15 miliar lebih untuk membuka keterisolasian wilayah Kecamatan Tanjung Bunga.

Kupang (AntaraNews NTT) - Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli mengemukakan pemerintah setempat telah mengalokasikan dana melalui APBD 2018 sebesar Rp15 miliar lebih untuk membuka keterisolasian wilayah Kecamatan Tanjung Bunga.

"Selama ini wilayah yang paling terisolasi di Flores Timur yaitu di Kecamatan Tanjung Bunga, sehingga menjadi bagian dari prioritas kami untuk diatasi dalam tahun 2018 ini," kata Agustinus Payong Boli saat dihubungi Antara dari Kupang, Rabu (4/4)

Ia menyebut, sejumlah desa di wilayah Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang masih sangat terisolasi adalahi Desa Patisirawalan, Latonliwo I, Latonliwo II dan Lewo Koli.

"Desa-desa ini selama ini tidak bisa dijangkau lewat darat sehingga harus melalui kapal motor laut dan itu sangat menyulitkan," katanya.

Untuk itu, anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp15 miliar lebih itu dialokasikan untuk pembangunan jalan menuju daerah-daerah terisolasi tersebut.

"Target kami 80 persen keterisolasian wilayah-wilayah ini teratasi, sehingga tahun ini daerah Tanjung Bunga tidak lagi menjadi nomor satu daerah terisolasi di Flores Timur," katanya.

Baca juga: Jalan menuju objek wisata Meko segera dibangun

. Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli (ANTARA Foto/dok)
Selain itu daerah terisolasi lainnya, yakni di Pulau Adonara bagian barat dengan kondisi sekitar 80 persen berupa jalan tanah.

Sejumlah titik pada akses jalan utama juga rawan longsor dengan karakteristik daerah basah sehingga sulit dijangkau kendaraan terutama saat musim hujan.

Ia menjelaskan, total ruas jalan yang di wilayah barat Pulau Adonara yang masih berupa jalan tanah mencapai 70-an kilometer.

"Ruas jalan ini yang belum diselesaikan baik antardesa maupun antarkecamatan di antaranya, Kecamatan Adonara Tengah, Adonara Barat, dan Wotan Ulu Mado," katanya.

Ia mengatakan, perbaikan infrastruktur jalan ini akan dilakukan secara bertahap untuk membuka keterisolasian wilayah barat Pulau Adonara karena anggaran yang terbatas.

"Sementara untuk menuntaskan puluhan kilometer jalan ini kami butuh anggaran hingga Rp100 miliar lebih," katanya.

Agustinus mengatakan, pemerintahannya bersama Bupati Anton Gege Hajon juga memprioritaskan untuk membuka keterisolasian di wilayah Pulau Solor.

Ia menyebutkan, sejumlah desa yang masih sulit dijangkau seperti Desa Tana Lein dan Lewotana Ole di Kecamatan Solor Barat, dan Desa Tana Werang dan Lama Wain di Solor Timur, serta di Kecamatan Solor Selatan.

"Untuk akses jalan di Pulau Solor secara keseluruhan, tahun 2018 ini mulai di-hotmix sepanjang belasan kilometer, dan ada juga berupa jalan lapem sekitar 5 kilometer," katanya.

Ia menambahkan, daerah terisolasi berikutnya juga ada di Kecamatan Lewo Lema dan Tite Hena di wilayah daratan Kota Larantuka dengan total belasan kilometer.

"Daerah-daerah teriolasi ini menjadi komitmen kami untuk diatasi dan kami yakin secara bertahap akan terhapus," katanya.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026