Logo Header Antaranews Kupang

Wabup: Munas PTGMI momentum meningkatkan kualitas hidup masyarakat

Sabtu, 13 September 2025 07:49 WIB
Image Print
Wakil Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianus Weng saat memberikan sambutan dalam Munas IX PTGMI di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/Gecio Viana

Labuan Bajo (ANTARA) - Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng menyatakan Musyawarah Nasional (Munas) IX Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) menjadi momen strategis untuk meneguhkan peran profesi itu dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Peran strategis itu tentunya melalui layanan kesehatan yang profesional, merata, dan berkelanjutan," katanya di Labuan Bajo, Jumat.

Yulianus Weng menyampaikan hal itu saat menyampaikan sambutan dalam Munas IX PTGMI yang diikuti sebanyak 198 peserta di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui arah pembangunan nasional menekankan pentingnya pembangunan manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Kesehatan gigi dan mulut, kata dia, adalah salah satu indikator penting kesehatan masyarakat, karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup, kemampuan belajar, dan produktivitas kerja.

"Sehingga melalui munas ini saya berharap organisasi itu dapat menyelaraskan program kerjanya dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional, termasuk program percepatan pembangunan layanan kesehatan primer dan penguatan kompetensi tenaga kesehatan di seluruh wilayah," katanya.

Ia juga menjelaskan tantangan kesehatan bagi Provinsi NTT, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat masih cukup besar, di mana di desa-desa terpencil masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut.

Kurangnya edukasi dan layanan kesehatan gigi dinilai berdampak pada kemampuan belajar dan kualitas hidup masyarakat di beberapa pulau. Akses ke tenaga terapis gigi pun sangat terbatas, sehingga masyarakat sering menunda atau bahkan tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya.

"Di sinilah peran rekan-rekan terapis gigi dan mulut menjadi sangat penting. Dengan pelayanan promotif, preventif, dan edukasi berbasis komunitas, profesi ini bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga mencegah dan mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda," katanya.

Ia juga meyakini melalui inovasi dan kolaborasi yang dibahas dalam munas tersebut, layanan kesehatan gigi dan mulut dapat menjangkau seluruh NTT, bahkan hingga pulau-pulau yang paling terpencil.

"Mari bersama-sama memastikan bahwa setiap anak di NTT, di setiap desa, di setiap pulau, memiliki senyum sehat, gigi yang kuat, dan masa depan yang lebih cerah," katanya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026