Ketahui skor ginjal untuk mencegah penyakit ginjal kronis

id Kesehatan ginjal, hemodialisis, dialisis, baxter,Ginjal

Ketahui skor ginjal untuk mencegah penyakit ginjal kronis

Ilustrasi dari kampanye "Know Your Score" (ANTARA/Ho Baxter)

Dalam kebanyakan kasus penyakit ginjal progresif, tubuh dapat menyesuaikan diri dengan penumpukan racun...
Jakarta (ANTARA) - Sebuah studi belum lama ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang abai akan kesehatan ginjal dan enggan memeriksakan kesehatan ginjal mereka.

Dikutip dari keterangannya, Minggu, (13/3) dr Alvin Ng, konsultan senior nefrologi di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena di Singapura menyebutkan bahwa 95 persen orang dengan penyakit ginjal kronis (PGK) ringan tidak mengetahui bahwa mereka mengalami kondisi ginjal kronis.

“Dalam kebanyakan kasus penyakit ginjal progresif, tubuh dapat menyesuaikan diri dengan penumpukan racun dan pasien hanya akan merasa tidak sehat setelah fungsi ginjal mereka turun di bawah 15 persen," kata Alvin.

Ketika kondisi ini terjadi, seorang pasien dapat kehilangan lebih dari sepertiga fungsi ginjal mereka tanpa menunjukkan gejala apa pun, tambah dr Alvin.

Baxter selaku perusahaan terkemuka penyedia perawatan dialisis global, meluncurkan kampanye "Ketahui Skor Anda (Know Your Score)" yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mengetahui skor ginjal sebagai indikator kesehatan ginjal dan memperkuat gagasan bahwa memahami skor tersebut menyelamatkan hidup Anda.

Nilai tersebut diukur melalui Glomerular Filtration Rate (GFR), tes darah sederhana yang mengukur performa ginjal.

Angka ini, layaknya hasil pengukuran kolesterol maupun tekanan darah, menunjukkan apabila pasien membutuhkan pemeriksaan berikutnya dan membantu mencegah perkembangan penyakit ginjal lebih lanjut.

Jika skor memperlihatkan angka 90 dan ke atas, itu menandakan ginjal yang sehat dan normal. Kalau nilai berada di rentang angka 60 hingga 89, hal tersebut berarti tindakan intervensi dibutuhkan untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. Akan tetapi, jika skor berada di bawah 60 selama tiga bulan berturut-turut, itu dapat menyimpulkan adanya indikator penyakit ginjal kronis (PGK).

PGK sering kali disebut “pembunuh diam-diam” karena para pasien kerap tidak menunjukkan gejala hingga penyakit mencapai tahap stadium lanjut.

Selain itu, pandemi COVID-19 juga mengakibatkan risiko yang lebih besar bagi kesehatan para pasien PGK, salah satu penyakit bawaan, akibat status kekebalan tubuh mereka yang terdampak pandemi COVID-19.

"Know Your Score" menekankan perlunya pengujian rutin untuk mendeteksi dan mencegah PGK, terutama di antara mereka yang menderita hipertensi dan/atau diabetes. Hal ini juga mendorong masyarakat untuk mempelajari lebih lanjut tentang skor ginjal mereka dan kiat gaya hidup untuk mencegah penyakit ginjal, dengan mengunjungi Info Ginjal, situs khusus dari Baxter yang menyediakan informasi tentang kesehatan ginjal dan perawatan PGK.

Dilansir dari Info Ginjal, terdapat tiga alternatif perawatan yang dapat dipertimbangkan para pasien PGK maupun sanak keluarga.

Opsi pertama adalah dialisis peritoneal (PD). Tipe dialisis ini dapat dilakukan di rumah setiap hari, bahkan saat pasien sedang beraktivitas atau tidur. PD menggunakan sebuah lapisan perut bernama membran peritoneum untuk menyaring dan membersihkan darah pasien.

Tergolong sebagai alternatif tanpa rasa sakit dan penggunaan jarum yang relatif jarang, pasien barangkali dapat merasakan sensasi kenyang usai terapi – tergantung resep dari dokter.

Pilihan berikutnya yaitu hemodialisis, opsi menyaring darah di luar tubuh pasien dengan bantuan mesin dialisis dan filter buatan yang berfungsi bagai ginjal buatan. Di Indonesia, pasien dapat memilih perawatan di rumah sakit maupun klinik dialisis.

Apabila dialisis dan hemodialisis tidak berhasil, pasien PGK dapat mempertimbangkan transplantasi ginjal. Menurut National Kidney Federation (Federasi Ginjal Nasional) yang berbasis di Inggris, tingkat keberhasilan transplantasi ginjal mencapai di atas 90 persen satu tahun setelah operasi dan di atas 75 persen lima tahun setelah tindakan medis.

Umumnya, ginjal dari pendonor yang telah meninggal dapat bertahan selama 12 tahun, sedangkan penerima ginjal pendonor yang masih hidup dapat bertahan hidup tiga tahun lebih lama.

Untuk mengetahui skor kesehatan ginjal Anda, Anda dapat mengunjungi https://apac.mykidneyjourney.com/id/world-kidney-day.

Sebagai pengelola situs Info Ginjal, Baxter juga berkomitmen untuk senantiasa mengedukasi masyarakat mengenai berbagai opsi perawatan PGK, terutama di masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Tantangan bagi pasien cuci darah

Baca juga: Makanan Bersifat Oksigen Pengaruhi Kesehatan Ginjal