DPR sayangkan jembatan lingkar-selatan Timor belum diperbaiki

id dpr

JEMBATAN JALUR SELATAN PULAU TIMOR Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis (kiri) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang (NTT) Muktar Napitupulun (tengah) saat memantu jembatan yang sudah rusak di jalur selatan pulau Timor di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, Rabu (8/8). Jembatan yang diberi nama Maiskolen itu yang juga menjadi penghubung ke kawasan wisata di Kabupaten itu sudah rusak sejak tahun 2015 namun hingga saat belum juga diperbaiki oleh pemerintah setempat.ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/18 (Antara Foto/Kornelis Kaha) (Antara Foto/Kornelis Kaha/)

"Saya sudah lihat ini, dan ini sangat membahayakan kendaraan jika melintas di atas jembatan ini. Padahal rusaknya sudah dari tahun 2015," kata Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis.
Soe, TTS,  (AntaraNews NTT) - Komisi V DPR RI menyayangkan karena  jembatan Maiskolan di Kecamatan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang menjadi penghubung ke sejumlah kawasan wisata pantai di daerah itu hingga kini belum juga diperbaiki.

"Saya sudah lihat ini, dan ini sangat membahayakan kendaraan jika melintas di atas jembatan ini. Padahal rusaknya sudah dari tahun 2015," kata Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis saat meninjau langsung jembatan Masikolan di Kabupaten TTS, Rabu, (8/8).

Saat meninjau jembatan itu, ia ditemani juga oleh Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional X Provinsi NTT Muktar Napitupulu bersama dengan sejumlah stafnya.

Fary mengatakan bahwa pembangunan jembatan itu sebenarnya masuk dalam tanggung jawab dari pemerintah daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Namun setelah dicari tahu informasi, pihak Pemda TTS sendiri sudah sempat mengajukan anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut.

Baca juga: Pembangunan jembatan Palmerah murni investasi

"Namun ternyata hingga kini belum terealisasi. Tetapi nanti saya coba rapatkan di pusat, dan berusaha agar nantinya ini dapat dibangun dengan anggaran dari pemerintah pusat," tuturnya.

Fary yang juga Ketua Fraksi Gerindra di MPR itu mengaku bahwa pembangunan jembatan itu sangat perlu, mengingat selain jembatan itu menjadi satu-satunya penghubung di jalur selatan menuju dua kawasan wisata yakni Pantai Kolbano dan Pantai Oetune, maka dirasa sangat perlu dibangun ulang.

Selain itu, jalan tersebut juga menjadi penghubung ke jalur jalan Nasional yang dibangun melalui anggaran pemerintah pusat. "Saat ini masyarakat yang ingin ke Kabupaten Malaka, justru melewati jalur ini karena memang dapat menghemat perjalanan selama tiga jam," ujarnya.

Sementara itu, Aleks, sopir salah satu truk yang melintasi jembatan itu mengharapkan agar dalam waktu dekat jembatan tersebut segera diperbaiki agar tidak membayakan pengendara lainnya. "Saya kalau lewat di jembatan ini agak khawatir juga. Takut tiba-tiba ambruk tentu sangat membahayakan," ujarnya.

Selain itu, ia merasa penting secepatnya dibangun karena jika jembatan itu putus, arus transportasi di jalur selatan akan terputus. Karena memang tak ada jalur terdekat lain menuju bagian selatan pulau Timor.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar