Kupang (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membentuk pusat pengendalian operasi (Pusdalops) bencana dan pusat pendidikan dan latihan BNPB untuk dua Provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

"BNPB segera melakukan pembentukan operasional BNPB Regional di NTT dalam mendukung penanganan kebencanaan yang meliputi wilayah NTT dan NTB," kata Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Lilik Kurniawan, dalam keterangan tertulis Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT yang diterima di Kupang, Jumat, (17/2/2023).

Lilik Kurniawan yang didampingi Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Pusat Ali Bernadus menegaskan hal itu saat bertemu Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat.

Lilik Kurniawan menyampaikan terima kasih terhadap Pemerintah Provinsi NTT yang menyambut baik rencana pembentukan pusat pengendalian operasi (Pusdalops) bencana di NTT.

"Kami berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se NTT, akan hadirnya lembaga operasional BNPB di NTT, yaitu Balai Besar dimana balai ini sangat membantu untuk memberdayakan semua sumber daya yang ada di NTT, dalam rangka penanganan bencana secara cepat, tepat dan terintegrasi," kata Lilik Kurniawan.

Ia mengatakan lembaga operasional yang dibangun BNPB akan dipusatkan di Kota Kupang berfungsi sebagai Kantor Regional yang membawahi wilayah NTT dan NTB sebagai Gudang Logistik, Pusdiklat bagi Satgas Penanganan Bencana dan Pusat Pengendalian Operasi Bencana.  

Dia juga menambahkan BNPB mendukung pengamanan Destinasi Pariwisata Super Premium Labuan Bajo, dimana BNPB juga siap mengintervensi khusus dengan bantuan fasilitas helikopter dari BNPB dan petugas BNPB yang ditempatkan di Labuan Bajo harus yang fasih berbahasa Asing, mengingat pemberlakuan di Destinasi Wisata Labuan Bajo harus berkelas Premium.

“Kami siap mendukung NTT sebagai New Tourism Territory dengan menyiapkan berbagai fasilitas penanganan kebencanaan di daerah itu," kata Lilik Kurniawan.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, Pemerintah NTT menyambut baik pembentukan balai besar BNPB di NTT dalam mendukung upaya penanganan kebencanaan yang sering kali terjadi di daerah ini.  

“Kami mendukung hadirnya Balai Besar Regional BNPB di NTT, oleh karena lembaga ini sangat penting untuk kepentingan regional, pengetahuan kita tentang kebencanaan dan penanganan semakin bertambah, lapangan kerja di NTT juga makin bertambah, dan yang paling penting adalah kita harus mampu menggerakkan semua sumber daya yang ada di NTT, untuk penanganan bencana secara lebih profesional dan terpadu," katanya.

Ia juga mengatakan Pemerintah NTT akan segera menyiapkan lahan untuk kepentingan pembangunan Balai Besar BNPB di NTT.

“Untuk Pembentukan Operasional BNPB Regional di NTT, berupa pengadaan Ruang Logistik, Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) Bencana dan Pusdiklat BNPB di NTT kami sangat mendukung. Kami segera menyiapkan lahan juga dukungan fasilitas lainnya, bagi rencana pembentukan Balai Besar BNPB tersebut di Kupang," kata Gubernur Viktor Bungtilu Lasikodat.

Gubernur itu mengatakan dengan adanya Lembaga Operasional BNPB Regional di NTT merupakan bentuk perhatian yang sangat besar dalam mengantisipasi dan selalu siap siaga melakukan langkah-langkah mitigasi bencana bahkan pemulihan bencana di NTT.

"Semua orang tau bahwa NTT adalah daerah yang sangat akrab dengan bencana. Kami menyambut baik rencana bagus ini, karena sangat prospektif bagi NTT di masa yang akan datang," ujarnya.

Baca juga: 80 persen dana bantuan bencana seroja di NTT telah didistribusikan
Baca juga: BNPB dorong FPRB optimalkan edukasi tangani bencana di NTT



 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPB bangun pusat pengendalian operasi bencana di NTT

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024