BPOLBF ajak desa wisata perkuat produk untuk pengembangan wisata tematik
Sabtu, 27 Mei 2023 2:00 WIB
Tari caci dari Manggarai, NTT. (ANTARA/HO-Kemenparekraf)
Maumere (ANTARA) - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengajak desa wisata untuk berkomitmen memperkuat produk yang ada di desa guna pengembangan desa wisata tematik di wilayah koordinatif yakni Flores, Alor, Lembata, dan Bima (Floratama).
"Secara kolaboratif kita memikirkan, coba membangkitkan, mengembangkan, dan membangun desa wisata sebagai salah satu bagian terkecil ekosistem pariwisata itu sendiri," kata Direktur Destinasi BPOLBF, Konstan Mardinandus saat membuka webinar Desa Wisata Floratama yang diikuti secara daring dari Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat, (26/5/2023).
Webinar Desa Wisata Floratama seri kesembilan mengangkat tema Perkuat Produk Desa Wisata Melalui Pengembangan Desa Wisata Tematik.
Konstan mengatakan produk wisata yang ada di desa-desa wisata harus dilihat dari berbagai sisi dan aspek.
Menurutnya semakin berbeda dan beragam produk yang ada di setiap desa wisata, maka akan memberi nilai tambah dan nilai keunikan bagi desa wisata itu untuk menjual atau mempromosikan produknya.
"Produk wisata yang kita tawarkan dengan segala macam perbedaan dan keunikannya kita harapkan menjadi bagian dari ekosistem dasar desa wisata dan memberikan banyak keberdayaan, manfaat ekonomi, sosial budaya bagi masyarakat dan semua pemangku kepentingan," ungkap Konstan.
Dia mengatakan desa wisata pantas mengambil bagian dalam ekosistem pariwisata saat ini.
Oleh karena itu keterlibatan semua pemangku kepentingan dan webinar tersebut dapat menjadi masukan yang baik untuk pengembangan produk desa wisata tematik daerah.
"Mudah-mudahan apa yang disampaikan memberikan nilai tambah atau poin lebih untuk mencoba membangun desa wisata masing-masing dengan keunikan produk yang ada," katanya berharap.
Webinar Desa Wisata Floratama menghadirkan dua narasumber yakni Lektor Kepala Politeknik Negeri Kupang, Maria Ringa, dan Dosen Universitas Bina Nusantara yang menjadi co-founder Atourin, Reza Permadi.
Webinar tersebut diikuti oleh perwakilan dari dinas pariwisata dan desa-desa wisata dalam wilayah koordinatif BPOLBF.
Baca juga: Kemenparekraf: Kualitas produk UMKM di Labuan Bajo layak jual
Baca juga: Kemenparekraf libatkan 67 UMKM di Pesta Rakyat Labuan Bajo
"Secara kolaboratif kita memikirkan, coba membangkitkan, mengembangkan, dan membangun desa wisata sebagai salah satu bagian terkecil ekosistem pariwisata itu sendiri," kata Direktur Destinasi BPOLBF, Konstan Mardinandus saat membuka webinar Desa Wisata Floratama yang diikuti secara daring dari Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat, (26/5/2023).
Webinar Desa Wisata Floratama seri kesembilan mengangkat tema Perkuat Produk Desa Wisata Melalui Pengembangan Desa Wisata Tematik.
Konstan mengatakan produk wisata yang ada di desa-desa wisata harus dilihat dari berbagai sisi dan aspek.
Menurutnya semakin berbeda dan beragam produk yang ada di setiap desa wisata, maka akan memberi nilai tambah dan nilai keunikan bagi desa wisata itu untuk menjual atau mempromosikan produknya.
"Produk wisata yang kita tawarkan dengan segala macam perbedaan dan keunikannya kita harapkan menjadi bagian dari ekosistem dasar desa wisata dan memberikan banyak keberdayaan, manfaat ekonomi, sosial budaya bagi masyarakat dan semua pemangku kepentingan," ungkap Konstan.
Dia mengatakan desa wisata pantas mengambil bagian dalam ekosistem pariwisata saat ini.
Oleh karena itu keterlibatan semua pemangku kepentingan dan webinar tersebut dapat menjadi masukan yang baik untuk pengembangan produk desa wisata tematik daerah.
"Mudah-mudahan apa yang disampaikan memberikan nilai tambah atau poin lebih untuk mencoba membangun desa wisata masing-masing dengan keunikan produk yang ada," katanya berharap.
Webinar Desa Wisata Floratama menghadirkan dua narasumber yakni Lektor Kepala Politeknik Negeri Kupang, Maria Ringa, dan Dosen Universitas Bina Nusantara yang menjadi co-founder Atourin, Reza Permadi.
Webinar tersebut diikuti oleh perwakilan dari dinas pariwisata dan desa-desa wisata dalam wilayah koordinatif BPOLBF.
Baca juga: Kemenparekraf: Kualitas produk UMKM di Labuan Bajo layak jual
Baca juga: Kemenparekraf libatkan 67 UMKM di Pesta Rakyat Labuan Bajo
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dirut BPOLBF : Budaya Manggarai jadi basis nilai pengembangan Parapuar
15 February 2024 1:00 WIB, 2024
BPOLBF-PLN-Perumda Wae Mbeliling bahas kolaborasi pembangunan Parapuar
14 February 2024 1:00 WIB, 2024
Menparekraf sebut komitmen investasi di Parapuar capai 32 juta dolar AS
24 January 2024 9:00 WIB, 2024
Fam Trip dan Table Top Meeting promosikan Labuan Bajo ke pasar Tiongkok
24 January 2024 5:13 WIB, 2024
Menparekraf Sandiaga luncurkan TikTok Jalin Nusantara di Labuan Bajo
23 January 2024 19:00 WIB, 2024
BPOLBF bangun kolaborasi pengembangan wisata tematik budaya Lamalera, Lembata
03 January 2024 19:00 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BI: Utang luar negeri Indonesia pada Februari 2026 naik jadi 437,9 miliar dolar AS
15 April 2026 15:07 WIB
Mentan menjamin ketersediaan stok beras nasional di tengah ancaman Godzilla El Nino
14 April 2026 14:41 WIB