
Dirut BPOLBF : Budaya Manggarai jadi basis nilai pengembangan Parapuar

Sering kita melihat bahwa bunga, daun, buah dan menginjak akar. Seperti istilah Wake Caler Ngger Wa, Saung Bembang Ngger Eta, jadi akarnya itu harus kuat...
Labuan Bajo (ANTARA) - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus berupaya menjadikan budaya sebagai basis nilai dan tonggak pengembangan pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo secara umum dan khususnya di kawasan pariwisata terpadu destinasi Parapuar.
Dengan demikian menurut dia, baik dari segi penataan ruang, bangunan, simbol, narasi, interpretasi, wisata edukasi, dan konsep yang ditawarkan di Parapuar juga adalah manifestasi dari filosofi tersebut.
Ruang ini secara umum mencakup lima bagian, yaitu Kampung (Beo Bate Elor atau Natas Bate Labar), Rumah Adat (Mbaru bate Kaeng, Mbaru Gendang), Altar Persembahan atau Sesajian (Compang Bate Takung), Kebun (Uma Bate Duat atau Lingko), dan Sumber Air (Wae Bate Teku) adalah ruang hidup orang Manggarai yang mencerminkan kedalaman nilai-nilai warisan leluhur.
Ruang ini secara umum mencakup lima bagian, yaitu Kampung (Beo Bate Elor atau Natas Bate Labar), Rumah Adat (Mbaru bate Kaeng, Mbaru Gendang), Altar Persembahan atau Sesajian (Compang Bate Takung), Kebun (Uma Bate Duat atau Lingko) dan Sumber Air (Wae Bate Teku).
Baca juga: BPOLBF-PLN-Perumda Wae Mbeliling bahas kolaborasi pembangunan Parapuar
Baca juga: BPOLBF imbau para pelaku parekraf utamakan keamanan dan keselamatan
Baca juga: BPOLBF-Pelaku pariwisata diskusi bahas pengembangan Labuan Bajo
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPOLBF: Budaya Manggarai jadi basis nilai pengembangan Parapuar
Pewarta : Gecio Viana
Editor:
Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
