Gunung Timau jadi destinasi wisata IPTEK
Jumat, 17 Mei 2019 13:30 WIB
Kepala LAPAN Thomas Jamaludin (kanan) menerima surat pernyataan penyerahan lahan dari masyarakat Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk pembangunan Observatorium Nasonal di pegunungan Timau, 30 November 2018 lalu. (ANTARA FOTO/Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang Pieter CH Sabaneno mengatakan kawasan pegunungan Timau di Kecamatan Amfoang Tengah yang akan dibangun Observatorium Nasional terbesar di Asia Tenggara akan dijadikan sebagai destinasi wisata ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Kepada Antara di Oelamasi, Jumat (17/5), Pieter mengatakan kehadiran fasilitas Observatorium Nasional milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) itu akan ikut mendorong pembangunan pariwisata di Kabupaten Kupang, khususnya di sekitar pegunungan Timau.
Pieter optimistis arus kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke kawasan pegunungan Timau sangat banyak karena fasilitas Observatorium Timau yang memiliki keunggulan untuk kepentingan penelitian terkait keantariksaan.
"Kami yakin banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang datang ke Timau untuk kegiatan penelitian, sehingga pemerintah Kabupaten Kupang akan membangun beberapa fasilitas diluar kawasan Timau untuk kepentingan wisata," tambahnya.
Dia mengatakan, tingginya arus kunjungan wisatawan ke kawasan pegunungan Timau tentu akan mendongkrak pembangunan ekonomi masyarakat di kawasan pegunungan Timau.
Ia mengemukakan, pembangunan ruas jalan Bokong-Lelogama yang dilakukan pemerintah NTT akan mendorong percepatan pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat Kabupaten Kupang akan semakin mengeliat.
Baca juga: Pegunungan Timau dikembangkan jadi lokasi wisata internasional
Baca juga: Pembangunan Observatorium Timau telan biaya Rp400 miliar Observatorium Bosscha Lembang Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Dok)
Kepada Antara di Oelamasi, Jumat (17/5), Pieter mengatakan kehadiran fasilitas Observatorium Nasional milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) itu akan ikut mendorong pembangunan pariwisata di Kabupaten Kupang, khususnya di sekitar pegunungan Timau.
Pieter optimistis arus kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke kawasan pegunungan Timau sangat banyak karena fasilitas Observatorium Timau yang memiliki keunggulan untuk kepentingan penelitian terkait keantariksaan.
"Kami yakin banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang datang ke Timau untuk kegiatan penelitian, sehingga pemerintah Kabupaten Kupang akan membangun beberapa fasilitas diluar kawasan Timau untuk kepentingan wisata," tambahnya.
Dia mengatakan, tingginya arus kunjungan wisatawan ke kawasan pegunungan Timau tentu akan mendongkrak pembangunan ekonomi masyarakat di kawasan pegunungan Timau.
Ia mengemukakan, pembangunan ruas jalan Bokong-Lelogama yang dilakukan pemerintah NTT akan mendorong percepatan pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat Kabupaten Kupang akan semakin mengeliat.
Baca juga: Pegunungan Timau dikembangkan jadi lokasi wisata internasional
Baca juga: Pembangunan Observatorium Timau telan biaya Rp400 miliar Observatorium Bosscha Lembang Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Dok)
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRIN kembangkan observatorium astronomi berteknologi canggih di Gunung Timau
27 November 2024 19:49 WIB, 2024
BRIN akan melakukan uji coba Observatorium Nasional Timau di pertengahan 2024
29 January 2024 17:35 WIB, 2024
Serapan anggaran pembangunan jalan ke Observatorium mencapai 76,25 persen
01 November 2021 18:06 WIB, 2021
Generasi harus dipersiapkan hadapi pembangunan Observatorium terbesar di Asia
16 May 2019 18:04 WIB, 2019
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB