Debit air Bendungan Tilong menyusut, 200 embung kering
Sabtu, 31 Agustus 2019 13:48 WIB
Debit air bendungan Tilong di Kabupaten Kupang, NTT terus menyusut hingga 5,9 juta meter kubik. (ANTARA FOTO/Benny Jahang).
Kupang (ANTARA) - Debit air Bendungan Tilong di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini terus menyusut hingga 5,9 juta meter kubik akibat kemarau panjang yang melanda wilayah itu dalam beberapa bulan terakhir.
Kasatker Operasi Pemeliharaan Bendungan Tilong, Balai Sungai Nusa Tenggara II Bernadeta Tea di Kupang, Sabtu (31/8) mengatakan bahwa daya tampung bendungan itu sebenarnya 19 juta meter kubik.
"Tetapi saat memasuki musim kemarau, debitnya terus mengalami penyusutan hingga mencapai 5,9 juta meter kubik, " katanya.
Balai Sungai Nusa Tenggara II, katanya, akan terus memantau penurunan debit air di bendungan tersebut. Jika airnya sudah menyusut hingga batas terendah 3,5 juta meter kubik maka pihaknya akan menutup saluran air.
Ia pun mengakui bahwa saat ini sedang puncak-puncaknya musim kemarau sehingga ada kemungkinan air di bendungan itu akan terus menyusut.
Baca juga: Pasokan air dari Bendungan Tilong melemah
Selain Bendungan Tilong yang debit airnya semakin menyusut, kata dia, kurang lebih 200 embung dari 1.140 embung di NTT juga mengalami kekeringan akibat kekeringan ekstrem yang melanda NTT.
Akibatnya pasokan air bersih bagi tanaman dan hewan juga tidak ada sehingga di beberapa daerah seluruh tanamannya kering kerontang dan mati.
Kekeringan di beberapa embung itu, kata dia, juga disebabkan adanya kerusakan dan bahkan sudah dijadikan sebagai area penggembalaan ternak.
"Embung-embung sudah dibangun sejak tahun 1990-an dan sudah rusak. Sekarang sudah dijadikan area penggembalaan ternak, " kata Bernadeta Tea.
Berdasarkan pantauan ANTARA di beberapa lokasi embung di Alak Kota Kupang juga sudah mulai mengalami penurunan debit air. Penurunan debit air berkisar dari 70 hingga 40 persen.
Baca juga: Penurunan debit air mencapai 30 persen
Baca juga: Debit Air Bendungan Tilong Turun Dratis
Kasatker Operasi Pemeliharaan Bendungan Tilong, Balai Sungai Nusa Tenggara II Bernadeta Tea di Kupang, Sabtu (31/8) mengatakan bahwa daya tampung bendungan itu sebenarnya 19 juta meter kubik.
"Tetapi saat memasuki musim kemarau, debitnya terus mengalami penyusutan hingga mencapai 5,9 juta meter kubik, " katanya.
Balai Sungai Nusa Tenggara II, katanya, akan terus memantau penurunan debit air di bendungan tersebut. Jika airnya sudah menyusut hingga batas terendah 3,5 juta meter kubik maka pihaknya akan menutup saluran air.
Ia pun mengakui bahwa saat ini sedang puncak-puncaknya musim kemarau sehingga ada kemungkinan air di bendungan itu akan terus menyusut.
Baca juga: Pasokan air dari Bendungan Tilong melemah
Selain Bendungan Tilong yang debit airnya semakin menyusut, kata dia, kurang lebih 200 embung dari 1.140 embung di NTT juga mengalami kekeringan akibat kekeringan ekstrem yang melanda NTT.
Akibatnya pasokan air bersih bagi tanaman dan hewan juga tidak ada sehingga di beberapa daerah seluruh tanamannya kering kerontang dan mati.
Kekeringan di beberapa embung itu, kata dia, juga disebabkan adanya kerusakan dan bahkan sudah dijadikan sebagai area penggembalaan ternak.
"Embung-embung sudah dibangun sejak tahun 1990-an dan sudah rusak. Sekarang sudah dijadikan area penggembalaan ternak, " kata Bernadeta Tea.
Berdasarkan pantauan ANTARA di beberapa lokasi embung di Alak Kota Kupang juga sudah mulai mengalami penurunan debit air. Penurunan debit air berkisar dari 70 hingga 40 persen.
Baca juga: Penurunan debit air mencapai 30 persen
Baca juga: Debit Air Bendungan Tilong Turun Dratis
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Artikel - Dukungan irigasi bagi keberlanjutan pertanian di Kabupaten Kupang
10 June 2024 13:30 WIB, 2024
Saluran utama bendungan Tilong yang rusak akibat Seroja masih diperbaiki
17 May 2021 12:06 WIB, 2021
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB