1.520 penderita HIV/AIDS di Kota Kupang
Selasa, 22 Oktober 2019 5:30 WIB
HIV AIDS (ilustrasi)
Kupang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Kupang menyebutkan bahwa penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini berjumlah 1.520 orang.
"Data yang kami kumpulkan hingga saat ini jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Kupang mencapai 1.520 orang yang tersebar di enam kecamatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Retnowati kepada wartawan di Kupang, Senin (21/10).
Ia menyebutkan enam kecamatan yang terkena HIV/AIDS itu adalah Oebobo, Maulafa, Kelapa Lima, Kota Raja, Kecamatan Kota Lama serta Kecamatan Alak.
Dari enam kecamatan itu penderita terbanyak adalah dari Kecamatan Oebobo dengan jumlah penderita mencapai 301 orang, disusul Maulafa 289 orang, Kecamatan Kelama Lima 274 orang, Kota Raja 168 orang dan Kota Lama dan Kecamatan Alak 244 orang.
Baca juga: Sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS bagi pelajar di Kota Kupang
Baca juga: NTT prioritaskan program pendidikan HIV/AIDS
"Dari jumlah yang disebutkan tadi, kaum pria mendominasi penderita virus HIV AIDS dengan jumlah penderita mencapai 911 orang dan sisanya 609 adalah kaum wanita," tutur dia.
Ia mengatakan dengan jumlah seperti yang disebutkan itu membuktikan bahwa masalah HIV/AIDS masih menjadi hal yang rawan di ibu kota provinsi NTT tersebut.
Padahal, kata dia, berbagai cara terus dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus tersebut di tengah masyarakat.
Dinkes Kota Kupang sendiri, kata dia, selalu memberikan penyuluhan untuk mencegah penyebaran virus tersebut agar tidak semakin menyebar.
Masyarakat kata dia harus lebih menjaga kesehatan dirinya dengan tidak "jajan" di luar nikah karena hal tersebut akan berbahaya bagi diri sendiri dan keluarga.
Baca juga: ASN pasti malu jika ketahuan terjangkit HIV/AIDS
Baca juga: Bupati Sikka: ASN berpeluang sebarkan virus HIV/AIDS
"Data yang kami kumpulkan hingga saat ini jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Kupang mencapai 1.520 orang yang tersebar di enam kecamatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Retnowati kepada wartawan di Kupang, Senin (21/10).
Ia menyebutkan enam kecamatan yang terkena HIV/AIDS itu adalah Oebobo, Maulafa, Kelapa Lima, Kota Raja, Kecamatan Kota Lama serta Kecamatan Alak.
Dari enam kecamatan itu penderita terbanyak adalah dari Kecamatan Oebobo dengan jumlah penderita mencapai 301 orang, disusul Maulafa 289 orang, Kecamatan Kelama Lima 274 orang, Kota Raja 168 orang dan Kota Lama dan Kecamatan Alak 244 orang.
Baca juga: Sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS bagi pelajar di Kota Kupang
Baca juga: NTT prioritaskan program pendidikan HIV/AIDS
"Dari jumlah yang disebutkan tadi, kaum pria mendominasi penderita virus HIV AIDS dengan jumlah penderita mencapai 911 orang dan sisanya 609 adalah kaum wanita," tutur dia.
Ia mengatakan dengan jumlah seperti yang disebutkan itu membuktikan bahwa masalah HIV/AIDS masih menjadi hal yang rawan di ibu kota provinsi NTT tersebut.
Padahal, kata dia, berbagai cara terus dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus tersebut di tengah masyarakat.
Dinkes Kota Kupang sendiri, kata dia, selalu memberikan penyuluhan untuk mencegah penyebaran virus tersebut agar tidak semakin menyebar.
Masyarakat kata dia harus lebih menjaga kesehatan dirinya dengan tidak "jajan" di luar nikah karena hal tersebut akan berbahaya bagi diri sendiri dan keluarga.
Baca juga: ASN pasti malu jika ketahuan terjangkit HIV/AIDS
Baca juga: Bupati Sikka: ASN berpeluang sebarkan virus HIV/AIDS
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mencegah replikasi virus dengan cara minum ARV tepat waktu bagi ODHA
06 December 2024 6:32 WIB, 2024
Bupati Kupang : Perbatasan Kupang-Oecusse masuk zona bebas penyakit menular
05 September 2023 2:00 WIB, 2023
Pemkab Nagekeo pastikan orang dengan HIV/AIDS mendapat layanan pengobatan
15 December 2022 12:34 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB