Kupang (ANTARA) - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan hutan di sekitar Gunung Ile Mandiri di Kota Larantuka, ibu Kota Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis (21/11) malam.

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, ketika dihubungi ANTARA dari Kupang, Jumat (22/11), membenarkan terjadinya peristiwa karhutla di kawasan Gunung Ile Mandiri tersebut.

"Iya betul ada peristiwa karhutla terjadi pada Kamis (21/11) malam dan sampai Jumat pagi ini masih ada titik api," katanya menegaskan.

Dia mengatakan, titik api diduga muncul dari area menuju wilayah Watowiti di sekitar Kota Larantuka dan saat ini sudah merambat ke wilayah perbukitan di sekitar Lebao.

Baca juga: Koq Karhutlah bisa terjadi di puncak Ile Mandiri?
Baca juga: Polisi tetapkan BHW sebagai tersangka dalam kasus karhutlah

Payong Boli menjelaskan, penyebab kebakaran tersebut masih ditelusuri, "Apakah ada oknum warga sengaja membakar rumput atau belukar dan membuat api tidak terkendali, itu masih ditelusuri di lapangan," katanya. Warga mencoba memadamkan sisa api yang membakar hutan dengan menggunakan alat seadanya. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar) Dia mengatakan, telah berkoordinasi dengan Tim Tagana Flores Timur, dan BPBD setempat untuk melakukan pola pemadaman seperti peristiwa serupa yang terjadi sebelumnya.

Selain itu, Payong Boli juga telah memerintahkan Camat Larantuka dan Ile Mandiri untuk mengerahkan masyarakat agar membantu pemadaman api agar tidak semakin meluas.

Peristiwa Karhutla di Kawasan Gunung Ile Mandiri ini terjadi yang kedua kalinya. Sebelumnya, peristiwa serupa juga pada September 2019 lalu di wilayah bagian paling timur Pulau Flores itu.

Selain kawasan Gunung Ile Mandiri, karhutla juga melanda sejumlah wilayah di kabupaten setempat seperti di kawasan Gunung Ile Lewotobi di Flores Timur daratan, puncak Gunung Ile Boleng di Pulau Adonara, dan perbukitan di Pulau Solor.

Baca juga: Karhutlah di Ile Mandiri sudah reda
Baca juga: Wakil Bupati Flores Timur minta karhutlah agar ditindak tegas

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2024