Kupang (Antara NTT) - Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi para nelayan di Nusa Tenggara Timur dilayani oleh 12 Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) yang menyebar di Pulau Timor, Alor, Sumba, dan Pulau Flores.

Marketing Branch PT Pertamina (Persero) Wilayah NTT Wahyudi Wirjanto ketika dihubungi di Kupang, Selasa, menyebutkan ke-12 SPDN itu di antaranya terdapat tiga unit di Kota Kupang, dua di Kabupaten Sikka, serta masing-masing satu SPDN yang menyebar di Kabupaten Alor, Sumba Timur, Flores Timur, Manggarai, Manggarai Barat.

"Setiap SPDN itu kita pasok dengan alokasi bahan bakar bervariasi sesuai dengan perhitungan jumlah kapal yang kita peroleh dari dinas terkait di setiap daerah," katanya saat dihubungi Antara.

Ia mengatakan, pelayanan bahan bakar untuk nelayan di Provinsi Selaksa Pulau itu bersifat stasiun atau menetap di darat. Artinya belum ada pelayanan SPDN di tengah laut.

Dikatakannya hal itu terkait dengan ide pembangunan SPDN di tengah laut untuk mendekatkan pelayanan bahan bakar terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Terbelakang).

"Kalau di sini lebih ke arah titik darat karena NTT bukan lagi daerah terpencil. Akses jalannya sudah cukup bagus saat ini," katanya.

Wahyudi menjelaskan, skema yang dilakukan untuk menjangkau kebutuhan bahan bakar hingga daerah pelosok yakni melalui lembaga penyalur seperti SPBU, APMS, dan SPDN yang menjadi mitra Pertamina.

Selain itu, untuk daerah dengan jumlah penduduk yang sedikit namun memiliki akses jalan yang terjangkau maka digunakan skema sub-sub penyalur yang meneruskan pasokan dari penyalur.

"Sub-sub penyalur itu digunakan karena suatu daerah dinilai tidak ekonomis sehingga tidak ada pengusaha yang mau membangun penyalur baru di daerah itu," katanya.

Menurut Wahyudi, meskipun belum setiap kabupaten di daerah itu memiliki SPDN namun paling tidak dengan kondisi yang ada dapat memudahkan nelayan untuk menjangkaunya.

Contohnya, lanjut dia nelayan di Pulau Semau yang bisa menjangkau bahan bakar untuk SPDN yang ada di Kota Kupang karena dari sisi jarak sudah mudah dijangkau. Demikian pula sejumlah SPDN lain yang menyebar di Pulau Flores, Sumba, dan Alor.

Ia menambahkan, Pertamina tetap melakukan kajian dan mapping terkait jangkauan wilayah yang masih sulit atau sama sekali belum ada lembaga penyalur sehingga nanti diusulkan ke pusat untuk diadakan.